Pemerintah Memangkas Anggaran Program Makan Bergizi Gratis 2026 Jadi Rp268 Triliun

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 20 Mei 2026, 10:15
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan keterangan saat konferensi pers APBN KiTa edisi Mei 2026 di Jakarta, Selasa (19/5/2026. Kementerian Keuangan melaporkan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mengalami penurunan menjadi 0,64 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) atau senilai Rp164,4 triliun pada 30 April 2026. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/tom/pri. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan keterangan saat konferensi pers APBN KiTa edisi Mei 2026 di Jakarta, Selasa (19/5/2026. Kementerian Keuangan melaporkan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mengalami penurunan menjadi 0,64 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) atau senilai Rp164,4 triliun pada 30 April 2026. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/tom/pri. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Pemerintah memangkas pagu anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 dari semula Rp335 triliun menjadi Rp268 triliun.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pengurangan anggaran tersebut merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto agar dana program MBG dapat digunakan secara lebih efektif dan efisien.

Dalam konferensi pers APBN KiTa Edisi Mei 2026 di Jakarta, Selasa, Purbaya menyampaikan realisasi anggaran program MBG hingga 30 April 2026 telah mencapai Rp75 triliun.

Anggaran tersebut telah dimanfaatkan untuk menjangkau 61,96 juta penerima manfaat serta mendukung operasional 27.952 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

“MBG sudah mencapai Rp75 triliun, itu 22,4 persen dari APBN yang sebesar Rp335 triliun. Tapi nanti bukan Rp335 triliun. Ada penghematan tertentu sesuai dengan instruksi Presiden, sehingga dana Badan Gizi Nasional (BGN) bisa dipakai lebih efektif dan efisien,” ujar Purbaya.

Ia juga memberi sinyal bahwa pemerintah masih membuka kemungkinan melakukan penghematan lanjutan terhadap anggaran program MBG, meski belum merinci skema maupun besarannya.

Baca Juga: BPOM Perkuat Pengawasan Program Makan Bergizi Gratis Lewat Kerja Sama dengan BGN

Menurut Purbaya, Presiden Prabowo saat ini tengah melakukan evaluasi terhadap manajemen program MBG dan mekanisme belanja yang dijalankan oleh Badan Gizi Nasional.

“Presiden sedang menghitung bagaimana yang terbaik penghematannya tanpa mengganggu efektivitas program itu sendiri dalam hal memberi makan murid-murid sekolah. Yang penting itu,” tuturnya.

Di sisi lain, realisasi belanja negara hingga April 2026 tercatat mencapai Rp1.082,8 triliun atau tumbuh 34,3 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Nilai tersebut setara 28,2 persen dari target APBN sebesar Rp3.842,7 triliun.

Belanja pemerintah pusat juga mengalami kenaikan signifikan sebesar 51,1 persen menjadi Rp826 triliun. Menurut Purbaya, capaian itu merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk meratakan penyaluran belanja negara sepanjang tahun.

Baca Juga: BGN Instruksikan SPPG Utamakan Produk Lokal untuk Program MBG

Secara rinci, belanja kementerian/lembaga (K/L) tumbuh 57,9 persen menjadi Rp400,5 triliun, sedangkan belanja non-K/L mencapai Rp425,5 triliun.

Sementara itu, pendapatan negara hingga akhir April 2026 tercatat sebesar Rp918,4 triliun atau tumbuh 13,3 persen. Dengan capaian tersebut, defisit APBN berada di level 0,64 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) atau senilai Rp164,4 triliun.

(Sumber: Antara)

x|close