IHSG Anjlok 4,38%, Purbaya: Jangan Takut Serok

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 18 Mei 2026, 13:20
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Menteri Keuangan Purbaya Menteri Keuangan Purbaya (Istimewa)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa merespons santai indeks harga saham gabungan (IHSG) yang sempat anjlok hingga 4,38%. Purbaya menyatakan, saat ini justru momen yang tepat bagi para pemegang saham.

"Jadi teman-teman enggak usah khawatir. Investor pasar saham, kalau saya bilang jangan takut serok ke bawah sekarang," kata Purbaya seusai menghadiri penyerahan pesawat dan rudal oleh Presiden Prabowo Subianto kepada TNI di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin, 18 Mei 2026.

Purbaya meyakini IHSG akan rebound dalam satu atau dua hari ke depan. Hal ini melihat dari analisis teknikal IHSG.

"Kalau saya lihat teknikalnya sehari dua hari kembali sudah balik. Jadi Jangan lupa beli saham," katanya.

Purbaya mengaku tak terlalu khawatir dengan kondisi IHSG dan terus melemahnya rupiah seperti saat ini. Purbaya mengatakan, kondisi IHSG dan rupiah saat ini itu hanya sentimen jangka pendek.

Baca Juga: Rupiah Terkapar di Rp 17.660, Purbaya: Enggak Apa-Apa, Nanti Kita Perbaiki

"Enggak apa-apa nanti kita perbaiki pondasi ekonominya kan bagus. Itu masalah sentimen jangka pendek. Jadi saya akan fokus jaga fondasi ekonomi dengan memastikan pembangunan ekonomi tidak terganggu," katanya.

Salah satunya, Purbaya menyatakan pemerintah akan masuk ke pasar obligasi melalui Bond Stabilization Fund atau BSF. Upaya pemerintah masuk ke pasar obligasi sebenarnya sudah dimulai pekan lalu dan akan lebih agresif mulai hari ini.

"Mulai hari ini akan kita masuk dengan lebih signifikan lagi, sehingga pasar obligasinya terkendali, sehingga asing yang pegang obligasi enggak keluar karena takut misalnya ada capital loss gara-gara harga obligasi turun. Itu kita akan bisa membantu pergerakan rupiah sedikit," katanya.

Dalam kesempatan itu, Purbaya menyebut banyak sentimen negatif yang menjadi faktor merosotnya IHSG dan rupiah. Namun, Purbaya menekankan, kondisi saat ini tidak sama dengan kondisi krisis 1997 lalu.

"Oh ini kan banyak sentimen. Kalau rupiah melemah seolah kita akan bergerak seperti 1998 lagi. Beda 1998 itu kebijakannya salah. Dan instability sosial, politik, terjadi setelah setahun kita resesi, 97 pertengahan kita ada resesi. Kita kan sekarang belum resesi. Ekonomi masih tumbuh kencang, jadi masih ada ruang untuk memperbaiki semua," paparnya.

x|close