Ntvnews.id, Jakarta - Presiden Xiaomi Lu Weibing mengungkapkan alasan perusahaan membatalkan peluncuran ponsel ultra tipis yang sebelumnya disiapkan untuk menjadi pesaing iPhone Air milik Apple.
Padahal, perangkat tersebut disebut sudah memasuki tahap pengembangan serius dan hampir diproduksi secara massal sebelum akhirnya dibatalkan pada detik-detik terakhir.
Dalam siaran langsungnya, Lu Weibing menjelaskan keputusan tersebut diambil setelah Xiaomi mempertimbangkan pengalaman pengguna secara menyeluruh.
Baca Juga: Xiaomi 17 Max Hadir dengan Baterai Jumbo 8.000mAh dan Kamera 200MP
Dilaporkan Gizmochina pada Sabtu, 16 Mei 2026, Xiaomi menilai ponsel dengan desain sangat tipis dan ringan membutuhkan terlalu banyak kompromi, terutama pada sektor baterai dan performa perangkat.
Menurut Xiaomi, desain yang ramping memang terlihat menarik secara visual, namun belum tentu mampu memberikan pengalaman penggunaan yang optimal sesuai standar perusahaan.
Faktanya, semakin tipis sebuah perangkat, maka semakin sulit untuk menyematkan baterai berkapasitas besar, sistem pendingin yang memadai, hingga perangkat keras berkinerja tinggi tanpa mengorbankan kenyamanan penggunaan sehari-hari.
Karena itu, Xiaomi memilih untuk tidak melanjutkan proyek tersebut dibanding menghadirkan produk yang hanya unggul dari sisi desain tetapi kurang maksimal saat digunakan dalam aktivitas harian.
Maka dari itu, Lu menyebutkan bahwa alih-alih meluncurkan produk yang tampak unik dari sisi desain tetapi mengorbankan kenyamanan penggunaan di dunia nyata, Xiaomi memutuskan untuk meninggalkan ide tersebut sepenuhnya.
Sebagai gantinya, Xiaomi disebut akan lebih fokus menghadirkan perangkat dengan embel-embel “Max” pada lini produknya di masa mendatang, dimulai dari Xiaomi 17 Max.
Lu Weibing menjelaskan bahwa perusahaan sengaja tidak menggunakan nama “Plus” karena kedua istilah tersebut dianggap memiliki makna berbeda.
Umumnya, label “Plus” digunakan untuk menunjukkan perangkat dengan ukuran layar lebih besar dibandingkan model reguler. Namun bagi Xiaomi, istilah “Max” memiliki arti yang lebih luas.
Nama tersebut diharapkan merepresentasikan peningkatan menyeluruh pada berbagai aspek perangkat, mulai dari kualitas kamera, performa ponsel, daya tahan baterai, hingga layar yang lebih besar dibandingkan versi standar.
Baca Juga:Xiaomi 17T Muncul di Geekbench: Pakai Dimensity 8500, Baterai 6.500mAh, Rilis Mei 2026?
Keputusan Xiaomi ini menunjukkan pendekatan berbeda dibandingkan banyak produsen ponsel lain yang saat ini berlomba menghadirkan perangkat super tipis dan ringan.
Perusahaan asal China itu justru meyakini bahwa mayoritas konsumen saat ini lebih mengutamakan daya tahan baterai serta performa stabil dibanding desain ultra-tipis.
Strategi tersebut juga sejalan dengan arah pengembangan flagship terbaru Xiaomi yang lebih menitikberatkan pada kapasitas baterai besar, sistem kamera canggih, dan perangkat keras premium daripada sekadar mengejar desain setipis mungkin.
(Sumber: Antara)
Xiaomi 17 Max. (ANTARA/weibo Xiaomi) (Antara)