Rupiah Melemah ke Rp17.483 per Dolar AS Tertekan oleh Risiko Geopolitik dan Harga Minyak

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 12 Mei 2026, 12:07
thumbnail-author
Muslimin Trisyuliono
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Pegawai menunjukkan uang rupiah dan dolar AS di Bank Syariah Indonesia, Tangerang Selatan, Banten. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/wsj. Pegawai menunjukkan uang rupiah dan dolar AS di Bank Syariah Indonesia, Tangerang Selatan, Banten. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/wsj. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Nilai tukar rupiah pada Selasa 12 Mei 2026 bergerak melemah 69 poin atau 0,40 persen menjadi Rp17.483 dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.414 per dolar AS.

Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan rupiah melemah karena harapan damai AS-Iran sedang meredup.

"Rupiah diperkirakan akan masih berpotensi melemah terhadap dolar AS di tengah meredupnya harapan damai AS-Iran serta harga minyak mentah dunia yang masih tinggi," ucapnya, Selasa 12 Mei 2026.

Mengutip Xinhua, Iran mengajukan draf proposal kepada AS untuk menghentikan konflik di semua lini, jaminan tak ada lagi agresi terhadap Iran, dan pencabutan sanksi AS serta blokade angkatan laut.

Baca juga: Rupiah Melemah ke Rp17.386 per Dolar AS, Dipicu Mandeknya Negosiasi AS-Iran

Proposal itu juga menuntut jangka waktu 30 hari untuk mencabut sanksi AS terhadap penjualan minyak Iran, dan pelepasan aset Iran yang dibekukan.

Sebelumnya, Iran menolak usulan perdamaian yang diajukan AS karena hal tersebut "berarti menerima tuntutan yang berlebihan" dari Washington, sebagaimana dilaporkan Sputnik.

Presiden AS Donald Trump menuturkan tanggapan Iran terhadap proposal AS untuk mengakhiri konflik sangat tak bisa diterima.

Melihat sentimen domestik, investor disebut menantikan data penjualan ritel Indonesia pada Maret 2026 yang akan dirilis siang ini.

"Penjualan ritel diperkirakan sedikit lebih tinggi, (yaitu) 6,8 persen, dibandingkan Februari 6,5 persen," ungkap Lukman.

Baca juga: Rupiah Melemah ke Rp17.357 per Dolar AS di Tengah Memanasnya Konflik AS dan Iran

Pengumuman dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) juga diprediksi takkan memberikan baik pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan akan turut menekan rupiah.

"Akan ada saham-saham yang didepak, dan beberapa saham kapitalisasi besar yang di downgrade," ujar dia.

Berdasarkan faktor-faktor tersebut, rupiah diprediksi berkisar Rp17.350-Rp17.500 per dolar AS. (Sumber:Antara)

x|close