Ntvnews.id, Jakarta - Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Dedi Prasetyo, memastikan arus lalu lintas yang keluar dari Jakarta pada hari kedua pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 masih terpantau lancar. Kepastian itu disampaikan setelah ia melakukan pemantauan langsung dari udara pada Sabtu.
Menurut Dedi, meskipun volume kendaraan mulai meningkat seiring pergerakan masyarakat menjelang mudik Lebaran, kondisi lalu lintas secara keseluruhan masih terkendali dengan baik.
"Secara umum, saya pantau dari udara, arus lalu lintas yang keluar Jakarta berjalan sangat lancar dan meskipun sudah ada peningkatan, tetapi dalam kategori masih sangat lancar," katanya.
Baca Juga: Pemerintah Siapkan Mudik Lebaran 2026, Diperkirakan 143,9 Juta Orang Akan Bepergian
Tak hanya memantau arus kendaraan, Dedi juga menilai situasi keamanan dan ketertiban masyarakat selama operasi pengamanan berlangsung dalam kondisi yang kondusif. Ia menegaskan seluruh jajaran kepolisian terus bersiaga untuk memastikan perjalanan masyarakat berjalan aman dan nyaman.
"Secara umum situasi Kamtibmas juga dalam kondisi yang sangat kondusif. Arus lalu lintas meskipun sudah ada peningkatan juga masih dalam kategori semuanya bisa dikendalikan dengan sangat baik,” ucapnya.
Setelah melakukan pemantauan udara, Wakapolri kemudian meninjau kesiapan infrastruktur teknologi di Command Center KM 29. Fasilitas ini menjadi pusat kendali untuk memonitor kondisi lalu lintas di berbagai ruas jalan tol secara real time.
Dari pantauan sistem tersebut, kondisi lalu lintas di sejumlah jalur utama menuju wilayah timur Pulau Jawa masih relatif lancar. Beberapa ruas yang dipantau antara lain hingga kawasan Cikampek, Cirebon, perbatasan Jawa Tengah di Tol Kalikangkung, hingga menuju exit Ngawi di Jawa Timur.
Selain itu, jalur yang mengarah ke Pelabuhan Merak juga terpantau tidak mengalami kepadatan berarti. Di kawasan Merak sendiri telah dilakukan rekayasa lalu lintas dengan mengalihkan kendaraan sumbu tiga keluar dari jalan tol menuju jalur arteri melalui exit Cilegon.
Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga kelancaran arus kendaraan yang menuju pelabuhan maupun wilayah Banten selama masa arus mudik.
Sebagai informasi, Operasi Ketupat 2026 digelar selama 13 hari, mulai 13 Maret hingga 25 Maret 2026. Operasi pengamanan tahunan ini melibatkan sebanyak 161.243 personel gabungan dari Polri, TNI, serta berbagai instansi terkait.
Dalam pelaksanaannya, aparat menyiapkan 2.746 pos pengamanan yang terdiri dari 1.624 pos pengamanan, 779 pos pelayanan, dan 343 pos terpadu. Pos-pos tersebut berfungsi sebagai pusat informasi, pengamanan, dan pelayanan bagi masyarakat yang melakukan perjalanan mudik.
Pengamanan juga difokuskan pada 185.607 objek vital dan keramaian, seperti masjid, lokasi salat Idul Fitri, objek wisata, pusat perbelanjaan, terminal, pelabuhan, stasiun kereta api, hingga bandara di seluruh Indonesia.
Sumber: Antara
Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo (tengah) memberikan keterangan pers di Command Center KM 29, Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (14/3/2026). (Dok.Antara)