SUV Listrik Volvo EX30 Direcall Global, 40.323 Unit Terdampak Risiko Baterai Terbakar

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 24 Feb 2026, 13:40
thumbnail-author
Adiantoro
Penulis
thumbnail-author
Editor
Bagikan
SUV Listrik Volvo EX30 direcall global. (Foto: Istimewa via CarNewsChina) SUV Listrik Volvo EX30 direcall global. (Foto: Istimewa via CarNewsChina)

Ntvnews.id, Jakarta - Produsen otomotif asal Swedia, Volvo, yang berada di bawah naungan Geely, mengumumkan penarikan kembali (recall) global terhadap lebih dari 40.000 unit SUV listrik Volvo EX30

Recall ini dilakukan akibat potensi masalah panas berlebih pada baterai yang berisiko memicu kebakaran. 

Mengutip laporan Reuters, total 40.323 unit Volvo EX30 varian Single-Motor Extended Range dan Twin-Motor Performance terdampak. 

Kendaraan tersebut menggunakan sel baterai tegangan tinggi produksi Shandong Geely Sunwoda Power Battery Co, perusahaan patungan yang didukung oleh induk Volvo, Geely.

"Kami sedang menghubungi seluruh pemilik kendaraan yang terdampak untuk menyampaikan langkah selanjutnya," ujar pihak Volvo dalam pernyataan resminya. 

Setelah kabar recall ini mencuat, saham Volvo dilaporkan turun hingga 4%. Isu keselamatan ini mencuat ke publik setelah satu unit Volvo EX30 terbakar di sebuah dealer di Maceió, Brasil, pada November 2025. 

Peristiwa tersebut memicu investigasi lebih lanjut terkait sistem baterai kendaraan listrik tersebut.

Analis industri memperkirakan biaya penggantian modul baterai dapat mencapai US$195 juta (sekitar Rp3,2 triliun), belum termasuk ongkos logistik dan perbaikan lainnya. 

Angka ini berpotensi menambah tekanan finansial bagi Volvo, yang selama ini dikenal dengan reputasi kuat di bidang keselamatan kendaraan.

Sejak Desember, Volvo telah meminta pemilik EX30 di lebih dari selusin negara, termasuk Amerika Serikat (AS), Australia, dan Brasil, untuk membatasi pengisian daya maksimal 70% serta memarkir kendaraan jauh dari bangunan atau material mudah terbakar.

Langkah ini bersifat sementara guna menekan risiko kebakaran. Namun, pembatasan tersebut berdampak pada berkurangnya jarak tempuh efektif kendaraan, yang memicu keluhan dari sejumlah konsumen.

Volvo memastikan seluruh paket baterai bermasalah akan diganti secara gratis. Perusahaan juga menyatakan pemasok telah memperbaiki proses manufaktur dan siap menyediakan sel baterai baru yang lebih aman.

Recall ini terjadi setelah penyelesaian sengketa hukum antara anak usaha Geely, Viridi E-Mobility Technology, dan produsen baterai Sunwoda Electronic dengan nilai mencapai 608 juta yuan (sekitar Rp1,4 triliun).

Tak hanya Volvo, bulan ini Geely juga melakukan penarikan terhadap 38.277 unit Zeekr 001 akibat persoalan serupa pada baterai produksi Sunwoda.

Kasus ini kembali menyoroti tantangan besar dalam industri kendaraan listrik global, khususnya terkait keamanan baterai sebagai komponen vital kendaraan ramah lingkungan.

x|close