Ntvnews.id, Jakarta - Persaingan mobil terbang listrik mulai memanas. Alef Aeronautics menyambut kehadiran Tesla Roadster dalam persaingan tersebut dengan merilis video mobil terbangnya yang melayang di atas Roadster generasi lama.
Aksi ini mengingatkan pada video Alef sebelumnya yang memperlihatkan mobil terbang listriknya melintasi Tesla Cybertruck.
Kini, perusahaan rintisan asal California, Amerika Serikat (AS), itu kembali menunjukkan kemampuan kendaraannya untuk melaju di jalan raya sekaligus terbang di udara.
Dalam video yang dirilis Kamis (15/10/2026), seperti dikutip dari Electrek, Alef menyebut Tesla Roadster sebagai mobil terbang kedua dalam sejarah setelah produknya.
Perusahaan juga mengungkapkan telah menyelesaikan penerbangan ke-1.000 yang tercatat, dengan Tesla Roadster sebagai kendaraan yang digunakan dalam demonstrasi tersebut.
Keduanya memiliki sejumlah kesamaan, mulai dari sistem penggerak listrik dan penggerak empat roda hingga investor awal yang sama, yakni Tim Draper.
Namun, teknologi yang digunakan berbeda. Alef mengandalkan sistem Distributed Electric Propulsion (DEP), sedangkan Tesla Roadster diperkirakan menggunakan pendorong.
Mobil terbang Alef dirancang dengan bodi yang dapat berfungsi sebagai sayap, kabin yang bisa berputar, serta sistem lepas landas yang memanfaatkan aliran udara tanpa gas terkompresi yang disimpan.
Bobotnya yang ringan juga memungkinkan penggunaan parasut balistik untuk seluruh kendaraan.
Berbeda dari kendaraan listrik eVTOL (electric Vertical Takeoff and Landing) yang dirancang untuk lepas landas dan mendarat secara vertikal, mobil terbang Alef dikembangkan agar tetap bisa dikendarai, diparkir, dan digunakan seperti mobil biasa.
Jangkauan Terbang 177 Km
Alef mulai mengembangkan prototipe mobil terbang pada 2019. Tiga tahun kemudian, perusahaan memperkenalkan Model A, prototipe berukuran penuh yang diklaim memiliki jangkauan berkendara sekitar 354 kilometer dan jangkauan terbang sekitar 177 kilometer.
Pada 2023, mobil terbang Alef memperoleh Sertifikat Kelaikan Udara Khusus dari Federal Aviation Administration (FAA) Amerika Serikat.
Sertifikasi ini menjadi salah satu tonggak penting pengembangan kendaraan tersebut, meski bukan berarti mobil itu bebas digunakan untuk terbang di semua kondisi atau lokasi.
Sementara itu, Tesla Roadster masih harus melalui proses sertifikasi penerbangan yang relevan jika ingin beroperasi sebagai kendaraan udara.
Baca Juga: Porsche Siapkan Mission S, Supercar Baru dengan Desain Balap dan Mesin Boxer 8 Silinder?
CEO Alef, Jim Dukhovny, menyambut persaingan dengan Tesla sebagai perkembangan positif bagi industri mobil terbang.
"Selamat datang, Tesla, di perlombaan mobil terbang; kami sendirian di sini selama sebelas tahun," kata Jim Dukhovny.
Menurutnya, kehadiran pesaing dapat membantu membuktikan potensi pasar, memperjelas kategori mobil terbang, mendorong penyusunan regulasi, menarik investor, serta menjadi tolok ukur untuk membandingkan teknologi dan performa.
Dibanderol Rp5,4 Miliar
Alef mengklaim telah menerima lebih dari 3.600 pemesanan awal dengan nilai mencapai US$1 miliar. Pada Desember, perusahaan mulai merakit mobil terbang pertamanya di fasilitas Silicon Valley, California, untuk dikirim kepada pelanggan.
Pengiriman tahap awal ditargetkan berlangsung pada akhir 2026 kepada sejumlah pembeli terpilih. Kendaraan tersebut akan digunakan untuk pengujian di lingkungan nyata dengan pengawasan dan kondisi yang sangat terkontrol.
Seiring peningkatan produksi pada 2027, Alef berencana memberikan pelatihan dan pendampingan kepada para pengguna awal.
Meski terdengar futuristis, mobil terbang ini diperkirakan tidak akan murah. Alef mematok harga awal Model A sebesar US$299.999 atau sekitar Rp5,4 miliar, dengan asumsi kurs Rp18.040 per dolar AS.
Pemesanan awal dapat dilakukan melalui situs resmi Alef dengan uang muka US$150 (sekitar Rp2,7 juta). Konsumen yang ingin mendapatkan posisi dalam antrean prioritas dapat membayar US$1.500 (sekitar Rp27 juta).
Alef Aeronautics menantang Tesla Roadster di era mobil terbang. (Foto: Istimewa via Electrek)