Ntvnews.id, Jakarta - Jaguar mengakui strategi bisnis lamanya tak lagi berkelanjutan.
Kinerja penjualan yang lemah serta basis pelanggan yang semakin menyusut dan menua mendorong merek otomotif asal Inggris itu melakukan perubahan besar dengan membidik segmen ultra-mewah.
Direktur Pelaksana Jaguar di JLR, Rawdon Glover, mengatakan perubahan kecil tidak lagi cukup untuk mengatasi tantangan yang dihadapi merek tersebut.
"Tidak berkelanjutan bagi kami untuk terus seperti itu," ujar Glover kepada Drive, dikutip Kamis (15/10/2026).
Menurutnya, Jaguar membutuhkan transformasi besar, bukan sekadar penyesuaian strategi pemasaran atau produk.
Pada 2024, Jaguar mengumumkan penghentian produksi mobil lamanya sebagai bagian dari persiapan menuju perubahan merek.
Langkah tersebut disertai kampanye "Copy Nothing" yang menonjolkan kreativitas dan orisinalitas.
Namun, kampanye yang mengusung pendekatan fesyen, minim menampilkan mobil, serta meninggalkan identitas visual tradisional Jaguar justru memicu kontroversi.
Glover mengakui respons publik tersebut tidak sepenuhnya sesuai harapan. Dia mengatakan, pesan yang ingin disampaikan sebenarnya berfokus pada kreativitas dan orisinalitas, bukan politisasi.
Baca Juga: Jaguar Type 01, Mobil Listrik 1.015 HP dengan Desain Anti-Mainstream
Jaguar Type 01 Jadi Simbol Transformasi
Perubahan strategi Jaguar kini diwujudkan melalui Type 01, mobil listrik yang diperkenalkan di New York, Amerika Serikat (AS), pekan lalu.
Model ini mempertahankan sebagian besar desain mobil konsep yang diperlihatkan pada 2024 dan menjadi bagian penting dari langkah Jaguar memasuki pasar ultra-mewah.
Glover mengatakan, pengembangan mobil tersebut telah berlangsung selama enam tahun. Jaguar berupaya mempertahankan visi desain sekaligus memenuhi target performa dan jarak tempuh.
Type 01 dibanderol sekitar AUD 300.000 atau setara Rp3,7 miliar (dengan kurs Rp12.420 per dolar Australia).
Mobil ini menjadi salah satu model jalan raya paling bertenaga yang pernah dikembangkan Jaguar. Sistem penggerak tiga motor listriknya menghasilkan tenaga gabungan 757 kW atau sekitar 1.030 PS, dengan torsi maksimum 1.365 Nm.
Mobil listrik ini menggunakan platform Jaguar Electric Architecture (JEA), sistem kelistrikan 850 volt, dan baterai berkapasitas 118 kWh. Berdasarkan standar WLTP, jarak tempuhnya diklaim mencapai 720 kilometer.
Jaguar diperkirakan membuka pemesanan Type 01 pada 2027. Menariknya, sekitar 80 persen minat pelanggan yang tercatat sejauh ini berasal dari calon pembeli yang belum pernah memiliki mobil Jaguar.
Angka tersebut menjadi indikasi awal bahwa strategi baru Jaguar berpotensi menarik pelanggan di luar basis konsumennya selama ini, meski keberhasilannya masih harus dibuktikan melalui penjualan.
Jaguar Type 01 diperkenalkan pada acara peluncuran perdananya di dunia di New York City, Amerika Serikat (AS), 6 Oktober 2026. (Foto: Dok/Mike Segar/Reuters)