Jaguar Land Rover Akhiri Produksi di China, Freelander 8 Jadi Harapan Baru

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 15 Jul 2026, 08:50
thumbnail-author
Adiantoro
Penulis
thumbnail-author
Editor
Bagikan
Dua model Jaguar Land Rover buatan China. (Foto: Sina via Carscoops) Dua model Jaguar Land Rover buatan China. (Foto: Sina via Carscoops)

Ntvnews.id, Jakarta - Jaguar Land Rover (JLR) resmi mengakhiri produksi lokalnya di China setelah 14 tahun beroperasi. 

Mulai Juli 2026, seluruh model yang diproduksi di dalam negeri tidak lagi dipasok ke jaringan dealer. 

Langkah ini sekaligus menandai berakhirnya babak penting perjalanan Jaguar Land Rover di pasar otomotif terbesar di dunia.

Mengutip CarNewsChina, Rabu (15/7/2026), penutupan produksi lokal tersebut diiringi dengan penjualan besar-besaran untuk menghabiskan stok kendaraan. 

Di salah satu dealer di Beijing Timur, unit terakhir Range Rover Evoque L produksi lokal terjual pada awal Juli. 

Mobil yang saat pertama kali hadir pada 2011 dipasarkan sebagai SUV premium itu akhirnya dilepas dengan harga kurang dari 180.000 yuan atau sekitar 26.500 dolar AS setelah mendapat potongan harga besar.

Keputusan menghentikan produksi tidak lepas dari terus merosotnya penjualan Jaguar Land Rover di China. Pada 2017, merek asal Inggris tersebut sempat mencatat penjualan hingga 146.400 unit. 

Namun, lambatnya pembaruan produk, kegagalan mengikuti tren elektrifikasi, serta ketergantungan pada diskon besar membuat penjualannya anjlok menjadi sekitar 26.000 unit sepanjang 2025.

Model-model produksi lokal seperti Evoque L dan Discovery Sport juga semakin sulit bersaing dengan produsen otomotif China seperti Aito, Nio, Li Auto, dan Zeekr. 

Baca Juga: Suzuki XL7 Facelift Makin Gagah dan Sporty, Ini Detail Penyegaran Terbarunya

Para pesaing tersebut sukses menarik konsumen di segmen harga 300.000-500.000 yuan berkat teknologi kendaraan listrik, kokpit pintar, fitur digital, serta sistem bantuan berkendara yang lebih modern.

Di sisi lain, jaringan dealer Jaguar Land Rover turut menghadapi tekanan finansial. Dealer disebut harus menyimpan stok besar model produksi lokal untuk memperoleh alokasi kendaraan impor seperti Range Rover yang memiliki margin keuntungan lebih tinggi. 

Ketika permintaan melemah, mereka terpaksa memberikan diskon besar demi menghabiskan persediaan.

Laporan Jiemian News menyebutkan rata-rata kerugian dealer mencapai sekitar 30.000 yuan atau sekitar 4.400 dolar AS untuk setiap unit kendaraan produksi lokal yang terjual selama satu dekade terakhir.

Ke depan, Jaguar Land Rover diperkirakan akan memusatkan bisnisnya di China pada model-model impor premium, terutama lini Range Rover, Defender, dan Discovery. 

Strategi baru ini juga diperkirakan akan memangkas jumlah dealer dari kurang dari 90 outlet menjadi sekitar 40–50 dealer agar lebih sesuai dengan skala pasar kendaraan mewah.

Sementara itu, pabrik Jaguar Land Rover di Changshu akan memasuki babak baru. Berdasarkan kesepakatan antara Chery dan Jaguar Land Rover pada 2024, nama Freelander dihidupkan kembali sebagai merek kendaraan listrik independen.

Merek baru tersebut akan memanfaatkan rantai pasok dan teknologi China, termasuk sistem penggerak pintar dari Huawei, namun tetap membawa identitas dan warisan Jaguar Land Rover. 

Model perdana Freelander 8 dijadwalkan melakoni debut di pasar China pada paruh kedua 2026 dan menjadi penanda dimulainya strategi baru perusahaan di era kendaraan listrik.

x|close