Ntvnews.id, Jakarta - China akan memberlakukan dua standar keselamatan nasional baru untuk kendaraan energi baru (New Energy Vehicle/NEV) mulai 1 Juli 2026.
Regulasi ini dinilai sebagai langkah besar dalam meningkatkan keamanan kendaraan listrik, dengan mewajibkan baterai yang tidak boleh terbakar atau meledak serta hadirnya sistem pemutus daya darurat secara fisik.
Dilansir dari CarNewsChina, Rabu (17/6/2027), kebijakan tersebut tertuang dalam standar Persyaratan Keselamatan untuk Kendaraan Listrik (GB18384-2025) dan Persyaratan Keselamatan untuk Baterai Daya Kendaraan Listrik (GB38031-2025).
Kedua aturan ini dirancang untuk memperkuat aspek keselamatan baik pada tingkat kendaraan maupun baterai, seiring pesatnya pertumbuhan pasar kendaraan listrik di Negeri Tirai Bambu.
Berdasarkan data Asosiasi Produsen Otomotif China (CAAM) yang dirilis pada 10 Juni 2026, produksi kendaraan energi baru pada Mei mencapai 1,554 juta unit, sementara penjualannya menyentuh 1,496 juta unit.
Hingga akhir 2025, jumlah kendaraan energi baru yang beredar di China telah mencapai 43,97 juta unit.
Tombol Darurat Pemutus Daya Jadi Kewajiban
Salah satu perubahan paling signifikan dalam standar baru ini adalah kewajiban pemasangan mekanisme pemutus daya fisik "satu sentuhan".
Berbeda dengan sistem sebelumnya yang mengandalkan perangkat lunak, fitur ini memungkinkan pengemudi atau petugas penyelamat memutus aliran listrik tegangan tinggi secara langsung hanya dengan satu tindakan.
Langkah tersebut diyakini dapat meningkatkan keselamatan saat terjadi kecelakaan dan mempercepat proses evakuasi maupun penyelamatan darurat.
Baterai Wajib Bebas Api dan Ledakan
Standar terbaru juga menaikkan persyaratan keselamatan baterai secara drastis. Jika sebelumnya produsen hanya diwajibkan memberikan peringatan lima menit sebelum terjadi kebakaran atau ledakan akibat thermal runaway, kini baterai harus mampu mencegah kebakaran dan ledakan sepenuhnya.
Selain itu, regulasi baru mewajibkan asap yang dihasilkan baterai tidak membahayakan penumpang kendaraan.
Lalu, uji benturan bawah kendaraan untuk mengukur kemampuan perlindungan baterai terhadap benturan dari bagian bawah mobil.
Kemudian, uji ketahanan setelah 300 siklus pengisian cepat, di mana baterai harus tetap aman dan tidak mengalami kebakaran maupun ledakan saat menjalani pengujian korsleting eksternal.
Industri Diprediksi Berubah
Para pakar menilai standar baru ini akan mempercepat konsolidasi industri kendaraan listrik China.
Produsen yang mampu memenuhi standar tinggi akan memperoleh keuntungan kompetitif, sementara produk murah dengan kualitas rendah akan semakin sulit bersaing.
Dr. Han Guangshuai dari Universitas Tongji menyebut aturan ini juga dapat menjadi acuan yang lebih jelas dalam penilaian kendaraan listrik bekas.
Selain itu, regulasi tersebut berpotensi mengurangi kekhawatiran perusahaan asuransi yang selama ini menghadapi risiko tinggi pada kendaraan listrik, sehingga dapat membantu menekan premi asuransi.
Sementara itu, akademisi Akademi Teknik China sekaligus Chief Scientist CATL, Wu Kai, meyakini tingkat kebakaran spontan kendaraan listrik di China akan jauh lebih rendah dibandingkan mobil bermesin pembakaran internal setelah standar baru diterapkan secara penuh.
CATL dan BYD Sudah Siap
Sejumlah produsen baterai dan kendaraan listrik besar telah mulai menyesuaikan produknya dengan regulasi terbaru.
CATL mengungkapkan seluruh lini baterai kendaraan penumpang dan komersial yang diproduksi massal telah lulus pengujian sesuai standar nasional baru sejak Mei 2025.
Sementara itu, BYD menyatakan Blade Battery generasi kedua juga telah memenuhi bahkan melampaui persyaratan yang ditetapkan pemerintah.
Meski demikian, analis memperkirakan standar keselamatan yang lebih ketat dapat meningkatkan biaya produksi baterai.
Dampaknya berpotensi memengaruhi harga kendaraan listrik baru yang diluncurkan setelah Juli 2026.
Namun, harga akhir tetap akan bergantung pada strategi biaya dan penetapan harga masing-masing produsen.
Ke depan, pemerintah China melalui Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi bersama Administrasi Negara untuk Regulasi Pasar akan terus menyempurnakan regulasi keselamatan kendaraan listrik.
Salah satunya melalui standar Detektor Kebakaran untuk Kendaraan (GB47497-2026) yang berfokus pada sistem peringatan dini terhadap risiko thermal runaway pada baterai.
Ilustrasi. Mobil listrik sedang melakukan pengisian daya. (Foto: Reuters)