Evaluasi PBSI: Tim Thomas Indonesia Gagal Lolos Fase Grup, Soroti Konsistensi dan Strategi Lawan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 30 Apr 2026, 17:07
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Juru Bicara PP PBSI Yuni Kartika Juru Bicara PP PBSI Yuni Kartika (Istimewa)

Ntvnews.id, Jakarta - Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) menyampaikan evaluasi menyeluruh atas penampilan Tim Thomas Indonesia pada ajang Thomas & Uber Cup Finals 2026 yang berlangsung pada 24 April hingga 3 Mei 2026 di Horsens, Denmark. Dalam turnamen tersebut, Indonesia tergabung di Grup D bersama Prancis, Thailand, dan Aljazair.

Persaingan di fase grup berjalan ketat sejak awal. Indonesia sempat membuka peluang lolos ke babak perempat final setelah meraih kemenangan penting atas Thailand dengan skor 3-2. Namun, pada laga penentuan melawan Prancis, Indonesia harus menelan kekalahan 1-4 yang membuat langkah tim terhenti di fase grup dan finis di posisi ketiga klasemen akhir.

Thailand keluar sebagai juara Grup D setelah mengalahkan Prancis 4-1, sementara Prancis menempati posisi runner-up dan berhak melaju ke babak berikutnya. Indonesia sebenarnya masih memiliki peluang lolos jika mampu meraih hasil lebih baik di laga terakhir, namun hasil akhir tidak berpihak.

Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Eng Hian, menyampaikan permohonan maaf sekaligus mengakui keunggulan lawan.

“Atas nama PBSI, saya memohon maaf karena belum bisa memberikan hasil yang terbaik untuk Thomas Cup kali ini. Harus kami akui Prancis tampil lebih baik dari kita hari ini. Kami menerima hasil ini dan mengakui keunggulan tim Prancis yang mampu memanfaatkan peluang dengan sangat baik di setiap partai,” ujarnya.

Menurut Eng Hian, keunggulan Prancis tidak lepas dari strategi dan fleksibilitas komposisi pemain, khususnya dengan kehadiran Popov bersaudara yang mampu bermain di sektor tunggal maupun ganda. Hal ini membuat tiga partai awal yang didominasi sektor tunggal menjadi sangat kompetitif, bahkan cenderung menguntungkan pihak lawan.

Baca Juga: PBSI Hapus Mekanisme Promosi dan Degradasi Atlet Pelatnas di Akhir Tahun

Indonesia sebenarnya memiliki peluang mencuri poin, salah satunya melalui tunggal putra Anthony Sinisuka Ginting. Namun, di pertandingan tersebut Ginting mengalami kendala fisik di akhir gim ketiga setelah terjatuh dan mengalami kram, sehingga harus mengakui keunggulan Toma Junior Popov dengan skor tipis 20-22.

Pada partai ganda, pasangan Sabar/Reza yang diharapkan menyumbang poin juga belum mampu tampil maksimal meski memiliki catatan pertemuan yang lebih baik atas lawannya. Tekanan permainan membuat peluang tersebut gagal dimanfaatkan.

Satu-satunya poin Indonesia dalam laga melawan Prancis diraih dari sektor ganda putra melalui pasangan Fajar Alfian dan Muhammad Shohibul Fikri yang berhasil mengalahkan pasangan Popov bersaudara lewat pertarungan rubber game.

Kapten tim Thomas Indonesia, Fajar Alfian, turut menyampaikan refleksi dan permohonan maaf atas hasil yang diraih.

Baca Juga: Infografik: Indonesia Koleksi 7 Medali di Kejuaraan Dunia Para Badminton 2026

“Saya atas nama tim Thomas Indonesia menyampaikan permohonan maaf atas kekalahan kami tadi malam. Kami sudah berusaha memberikan yang terbaik, tetapi tim Prancis juga tampil sangat baik. Kami mengerti performa kami belum maksimal dan ini menjadi pelajaran yang sangat berharga untuk menatap ke depan. Terima kasih untuk semua dukungan yang telah diberikan. Kami bertekad akan kembali lebih kuat,” kata Fajar.

Hasil ini menjadi bahan evaluasi penting bagi PBSI, terutama dalam meningkatkan konsistensi performa, kesiapan fisik, serta mental bertanding. Selain itu, tim juga perlu lebih siap menghadapi strategi lawan yang memiliki fleksibilitas komposisi pemain seperti yang ditunjukkan oleh Prancis.

PBSI menyampaikan apresiasi kepada seluruh atlet, pelatih, dan tim pendukung yang telah berjuang membawa nama Indonesia di ajang internasional. Ke depan, berbagai perbaikan akan dilakukan agar hasil yang lebih baik dapat diraih pada turnamen berikutnya.

x|close