Ntvnews.id, Jakarta - Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) mengambil langkah strategis dengan meniadakan mekanisme pemulangan dan pemanggilan atlet Pelatnas yang selama ini dilakukan setiap akhir tahun.
Dalam keterangan resmi yang disampaikan Selasa, 6 Januari 2026, PBSI menyatakan kebijakan ini mulai diterapkan sejak akhir 2025 sebagai upaya menjaga stabilitas pembinaan dan kesinambungan program latihan nasional.
Keputusan tersebut lahir setelah Bidang Pembinaan dan Prestasi (Binpres) PBSI melakukan evaluasi menyeluruh terhadap struktur Pelatnas, performa atlet, beban kompetisi, serta efektivitas program jangka panjang.
Kepala Bidang Binpres PBSI, Eng Hian, menyatakan padatnya kalender turnamen internasional yang berlangsung sejak awal Januari menjadi salah satu pertimbangan utama.
Menurut dia, Pelatnas saat ini memerlukan stabilisasi komposisi atlet agar program latihan dapat berjalan berkesinambungan, terutama dalam menghadapi siklus kompetisi yang semakin padat dan menuntut kesiapan sejak awal tahun.
Baca Juga: PBSI Degradasi Enam Atlet dari Pelatnas, Satu Calon Pilih Mundur
Sebelumnya, mekanisme pemulangan dan pemanggilan atlet Pelatnas di akhir tahun digunakan sebagai sarana evaluasi rutin. Namun, PBSI menilai pola ini tidak lagi sepenuhnya relevan dengan kebutuhan pembinaan saat ini yang menekankan kesinambungan program, terutama pada fase transisi menuju agenda kompetisi besar.
Eng Hian menegaskan, dihapuskannya mekanisme tersebut tidak berarti PBSI mengendurkan standar evaluasi atlet. Evaluasi tetap dilakukan secara ketat melalui indikator kinerja utama atau Key Performance Indicator (KPI) yang ditetapkan oleh masing-masing pelatih.
“Evaluasi tetap berjalan. Jika atlet tidak mencapai KPI yang sudah ditentukan, maka akan terkena degradasi. Jangka waktu degradasi setiap atlet bisa berbeda, tergantung KPI yang berlaku bagi atlet tersebut,” kata Eng Hian.
Sistem promosi atlet ke Pelatnas tetap berjalan melalui Seleksi Nasional (Seleknas) PBSI yang digelar setiap awal tahun. Jumlah atlet yang direkrut disesuaikan dengan kebutuhan Pelatnas serta kriteria yang ditetapkan oleh Bidang Binpres.
Baca Juga: Wasekjen PP PBSI Tiba-Tiba Mundur Saat Diperiksa Komite Etik
PBSI juga telah menetapkan Peraturan Organisasi (PO) Nomor 012 Tahun 2025 tentang Mekanisme Rekrutmen, Promosi, dan Degradasi Atlet serta Pelatih Pelatnas. Dalam aturan tersebut, Seleknas diikuti oleh 16 atlet tunggal dan 16 pasangan ganda, dengan peserta berasal dari juara Kejuaraan Nasional Taruna, peringkat nasional terbaik, serta atlet hasil pemantauan tim pemandu bakat yang memenuhi syarat administrasi dan verifikasi usia.
Melalui kebijakan ini, PBSI berharap proses pembinaan dan rekrutmen atlet maupun pelatih dapat berjalan lebih transparan, objektif, dan profesional, dengan setiap keputusan didasarkan pada kinerja serta evaluasi yang terukur.
PBSI menargetkan kebijakan tersebut mampu meningkatkan konsistensi prestasi bulu tangkis Indonesia di tingkat Asia dan dunia, termasuk pada Kejuaraan Dunia, Piala Thomas dan Uber, serta Olimpiade Los Angeles 2028.
(Sumber: Antara)
Ilustrasi - Pebulu tangkis tunggal putra Alwi Farhan memukul kok saat mengikuti Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) Bulu Tangkis di PBSI Cipayung, Jakarta Timur, Rabu, 9 Juli 2025. ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah/bar (Antara)