Ferry Paulus: Persija Tak Perlu Banding soal Sanksi

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 21 Okt 2026, 17:58
thumbnail-author
Muhamad Ridha
Penulis
thumbnail-author
Zaki Islami
Editor
Bagikan
Direktur Utama I.League Ferry Paulus saat ditemui wartawan di Hotel Fairmont, Jakarta, Rabu (6/8/2025). Direktur Utama I.League Ferry Paulus saat ditemui wartawan di Hotel Fairmont, Jakarta, Rabu (6/8/2025). (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Direktur I.League, Ferry Paulus menilai Persija Jakarta sebaiknya menerima sanksi larangan suporter hadir dalam laga tandang tanpa mengajukan banding. Menurutnya, keputusan itu berkaitan dengan insiden kericuhan yang melibatkan oknum pendukung Macan Kemayoran.

Ferry menjelaskan bahwa Persija tetap memiliki hak untuk mengajukan banding sesuai ketentuan yang berlaku. Meski demikian, ia menilai upaya ini kurang tepat jika melihat rangkaian pelanggaran yang menjadi dasar pemberian hukuman.

"Jadi, terhadap keputusan ini dapat diajukan banding, ya. Sesuai dengan pasal yang ada. Jadi memang diberi ruang untuk banding," ujar Ferry saat konferensi pers di Jakarta pada Rabu, 21 Oktober.

"Tetapi kami sebenarnya menganggap kurang pas untuk diberikan banding. Karena memang hukuman yang ada sekarang ini, apalagi terhadap Persija," tambahnya.

Baca Juga: Persija Kena Sanksi, Suporter Dilarang ke Laga Tandang Selama Setengah Musim

Sanksi terhadap Persija dijatuhkan setelah terjadi kericuhan suporter saat tim itu bertandang ke markas Persita Tangerang dalam lanjutan pekan kelima Super League 2026. Pertandingan yang berlangsung di Banten International Stadium pada Sabtu, 19 Oktober itu sempat mengalami penundaan awal babak kedua selama sekitar 31 menit akibat insiden tersebut.

Komite Disiplin PSSI kemudian menjatuhkan hukuman larangan bagi suporter Persija untuk menghadiri pertandingan tandang selama setengah musim kompetisi, atau enam laga tandang.

Selain larangan tersebut, Persija juga dikenai denda Rp30 juta atas kericuhan yang terjadi. Klub ibu kota itu mendapat tambahan denda Rp60 juta akibat tindakan oknum penonton yang menyalakan petasan sebanyak tiga kali dan melempar satu suar atau flare.

Dengan demikian, total denda yang harus dibayarkan Persija mencapai Rp90 juta. Hukuman ini menjadi konsekuensi atas insiden suporter yang mencoreng jalannya laga Super League.

(Sumber: Antara)

x|close