Ntvnews.id, Jakarta - Persija Jakarta mendapat sanksi larangan kehadiran suporter dalam pertandingan tandang selama setengah musim Super League 2026/2027. Hukuman ini dijatuhkan menyusul kericuhan yang terjadi saat skuad Macan Kemayoran menghadapi Persita Tangerang pada pekan kelima kompetisi.
Direktur I-League, Ferry Paulus mengungkapkan keputusan itu diambil setelah Komite Disiplin (Komdis) melakukan sidang selama dua hari. Selain larangan suporter tandang, Persija juga dikenai denda sebesar Rp30 juta terkait insiden tersebut.
"Dari hasil sidang Komdis yang rasanya cukup alot karena memakan waktu sampai dua hari, di mana khusus Persija, ya, ini dilarang untuk datang ke pertandingan away selama setengah musim," tutur Ferry Paulus dalam konferensi pers di Jakarta pada Rabu, 21 Oktober.
Ia menjelaskan bahwa larangan tersebut mencakup enam pertandingan tandang. Namun, penerapannya berlaku untuk seluruh laga tandang Persija selama setengah musim, khusus di kompetisi Super League.
"Ya. Memang jumlah pertandingannya adalah enam pertandingan, tetapi selama setengah musim ini dilarang Persija untuk hadir di semua partai away yang Persija akan hadiri, ya, khusus di Super League. Kemudian, selain daripada itu, Persija juga mendapatkan denda sebesar Rp30 juta," katanya.
Baca Juga: STY Kaget Lihat Rekor Arema di Kandang Persija, Yakin Bisa Akhiri Kutukan!
Selain itu, Ferry membantah kabar yang beredar di media sosial mengenai kemungkinan Persija mendapat pengurangan poin akibat kerusuhan tersebut. Ia menekankan bahwa sanksi pengurangan poin tidak termasuk dalam keputusan yang dijatuhkan.
Selain denda Rp30 juta dan larangan suporter tandang, Persija dikenai denda tambahan sebesar Rp60 juta atas pelanggaran penggunaan benda berbahaya berupa suar atau flare di tribun penonton.
Kericuhan terjadi saat Persita menjamu Persija pada pekan kelima Super League 2026/2027. Insiden itu mengganggu jalannya pertandingan hingga dimulainya babak kedua harus ditunda sekitar 31 menit.
Pertandingan yang awalnya dijadwalkan berlanjut pada pukul 20.00 WIB baru kembali dimainkan pada pukul 20.31 WIB. Insiden itu kemudian menjadi dasar penjatuhan sanksi terhadap Persija.
Baca Juga: MU Siapkan Opsi Baru di Pertahanan, Lisandro Martinez Terancam Dilepas
(Sumber: Antara)
Direktur Utama I-League Ferry Paulus dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (21/10/2026). (Antara)