Ntvnews.id, Jakarta - Timnas Tanjung Verde mendapat sambutan luar biasa setibanya di tanah air setelah mengakhiri kiprah bersejarah mereka di Piala Dunia 2026.
Meski gagal melangkah ke babak 16 besar, perjuangan tim berjuluk Hiu Biru itu membuat masyarakat bangga hingga menyambut para pemain layaknya pahlawan nasional.
Tanjung Verde harus mengakhiri perjalanan mereka setelah kalah dramatis 2-3 dari Argentina melalui babak perpanjangan waktu pada fase 32 besar. Juara bertahan bahkan membutuhkan gol bunuh diri Diney Borges untuk memastikan kemenangan atas wakil Afrika tersebut.
View this post on Instagram
Meski tersingkir, penampilan Tanjung Verde sepanjang turnamen menuai banyak pujian. Dalam debut mereka di ajang Piala Dunia, skuad asuhan Bubista mampu menunjukkan semangat juang tinggi dengan memberikan perlawanan sengit kepada tim-tim besar dunia.
Di fase grup, Tanjung Verde sukses menahan imbang dua mantan juara dunia, yakni Spanyol dengan skor 0-0 dan Uruguay 2-2. Mereka kemudian memastikan tiket ke babak 32 besar setelah bermain imbang tanpa gol melawan Arab Saudi.
Baca Juga: Neymar Resmi Pensiun dari Timnas Brasil
Performa impresif itu membuat kepulangan para pemain disambut meriah oleh ribuan warga. Mengutip laporan BBC, ribuan suporter memadati bandara di ibu kota Praia pada Minggu 6 Juli 2026, waktu setempat untuk menyambut para pemain yang baru kembali dari Amerika Utara.
Suasana penyambutan berlangsung layaknya pesta rakyat. Para pemain diarak keliling kota dengan iringan tabuhan drum, nyanyian, serta kibaran bendera Tanjung Verde. Antusiasme masyarakat terlihat begitu besar sebagai bentuk apresiasi atas pencapaian bersejarah tim nasional mereka.
Momen tersebut juga menjadi simbol kebanggaan bagi negara kepulauan itu yang memiliki populasi sekitar 525 ribu jiwa. Meski berasal dari negara kecil, Tanjung Verde mampu bersaing dengan sejumlah kekuatan sepak bola dunia dan meninggalkan kesan mendalam di Piala Dunia 2026.
Kiper Tanjung Verde, Vozinha, mengaku bangga sekaligus bersyukur atas sambutan hangat yang diberikan masyarakat.
"Kami menginginkan sesuatu yang lebih besar tetapi kami gagal lolos ke tahap selanjutnya. Sekarang kami hanya menikmati momen ini dan merayakannya bersama rakyat kami," ujar Vozinha.
Menariknya, kepulangan Timnas Tanjung Verde bertepatan dengan peringatan Hari Kemerdekaan negara tersebut yang ke-51. Momen itu pun semakin menambah kemeriahan perayaan, sekaligus menjadi simbol kebanggaan nasional atas pencapaian bersejarah Hiu Biru di panggung sepak bola dunia.
Tanjung Verde (IG: Fabrizio Romano)