Prabowo Tegaskan Komitmen Seumur Hidup untuk Rakyat di Peringatan May Day 2026

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 1 Mei 2026, 13:07
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Tangkapan layar - Presiden Prabowo Subianto berpidato pada puncak Peringatan Hari Buruh Internasional 2026 atau May Day di kawasan Monumen Nasional, Jakarta Pusat, Jumat (1/5/2026). (ANTARA/Youtube Sekretariat Presiden) Tangkapan layar - Presiden Prabowo Subianto berpidato pada puncak Peringatan Hari Buruh Internasional 2026 atau May Day di kawasan Monumen Nasional, Jakarta Pusat, Jumat (1/5/2026). (ANTARA/Youtube Sekretariat Presiden) (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk mendedikasikan hidup bagi rakyat. Pernyataan tersebut ia sampaikan saat menghadiri peringatan Hari Buruh Internasional di Monas, Jakarta, 1 Mei 2026.

Dalam pidatonya, Prabowo mengungkapkan bahwa dirinya telah lima kali mencalonkan diri sebagai Presiden dan mengalami kekalahan dalam empat kesempatan. Kini, setelah mendapatkan mandat dan kepercayaan dari rakyat, ia bertekad untuk memberikan seluruh kemampuannya demi membela kepentingan masyarakat.

“Sisa hidup saya adalah untuk rakyat saya,” ungkap Prabowo.

Sebagai bentuk keberpihakan kepada rakyat, Prabowo mencontohkan arahannya kepada para menteri. Ia meminta agar setiap kebijakan yang dirancang harus mempertimbangkan apakah benar-benar menguntungkan rakyat kecil. Jika terbukti berpihak pada mereka, maka kebijakan tersebut harus segera dijalankan tanpa keraguan.

Dalam kesempatan itu, ia juga menyinggung perilaku sebagian elite yang menyalahgunakan kekuasaan untuk kepentingan pribadi. Sebaliknya, ia memberikan apresiasi kepada para buruh yang bekerja keras dengan tenaga dan keringat mereka. Menurutnya, para buruh adalah sosok mulia karena mencari nafkah secara halal demi keluarga, serta menjalani pekerjaan dengan jujur dan tulus.

Baca Juga: Prabowo Sebut Indonesia Tetap Aman di Tengah Krisis Global, Targetkan Swasembada Energi

“Namun yang membuat saya sedih, semakin tinggi pangkatnya, banyak yang semakin tidak jelas. Saya heran, semakin pintar, banyaj yang pintar, pintar maling. Enggak habis pikir Aku,” ungkap Prabowo.

Prabowo juga menjelaskan bahwa panggilan untuk mengabdi kepada negara sudah muncul sejak muda ketika ia bergabung dengan militer. Setelah pensiun, ia melihat masih banyak rakyat yang hidup dalam kesulitan, yang mendorongnya untuk terus berjuang.

“Saya telah pertaruhkan nyawa, Saya berkali-kali untuk bangsa ini, tetapi saya lihat banyak elite-elite yang mencuri uang rakyat. Bukan ini yang Saya perjuangkan, bukan negara yang dirampok oleh maling-maling. Saya tidak rela,“ terang Prabowo.

x|close