Buruh Bakal Padati Monas Saat May Day, Polisi Siapkan Rekayasa Lalu Lintas

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 1 Mei 2026, 07:15
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Puluhan ribu buruh memadati kawasan Monas untuk merayakan May Day 2025. (NTVNews.id) Puluhan ribu buruh memadati kawasan Monas untuk merayakan May Day 2025. (NTVNews.id)

Ntvnews.id, Jakarta - Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day akan berlangsung besok di kawasan Monumen Nasional, Jakarta Pusat. Aparat kepolisian pun telah menyiapkan sejumlah rekayasa lalu lintas guna menjaga kelancaran arus kendaraan selama kegiatan berlangsung.

Dirlantas Polda Metro Jaya, Komarudin, mengatakan pihaknya telah mengatur jalur perjalanan massa buruh yang datang dari berbagai daerah menuju Monas, termasuk menyiapkan area parkir bus.

"Rekayasa yang sudah kami lakukan, kami sudah mengatur rute perjalanan, baik saudara kita datang dari Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, sampai dengan Lampung, kita sudah atur flow mengarah ke Monas, termasuk kantong-kantong parkir bus yang akan digunakan," kata Komarudin, Kamis, 30 April 2026.

Berdasarkan data sementara, jumlah buruh yang diperkirakan hadir mencapai lebih dari 200 ribu orang. Selain terkonsentrasi di Monas, sejumlah kelompok juga disebut akan menggelar kegiatan di beberapa titik lain di Jakarta.

"Diperkirakan sampai dengan data terakhir yang kami terima, 200 ribu lebih buruh yang akan ke Monas dan ada beberapa kelompok yang mungkin akan melaksanakan kegiatan di beberapa titik Jakarta," bebernya.

Baca Juga: 1.793 Personel Diturunkan Kawal May Day 2026 di Monas

"Oleh karena itu, pada kesempatan ini kami menginformasikan bahwa kemungkinan besok Jakarta akan cukup padat. Namun demikian, kami akan berupaya agar seluruh aktivitas bisa berjalan walau ada perlambatan," tambah dia.

Komarudin menjelaskan, sekitar 4.000 bus diperkirakan akan masuk ke Jakarta untuk mengangkut peserta aksi. Kondisi tersebut juga bertepatan dengan libur panjang akhir pekan sehingga kepadatan lalu lintas diprediksi meningkat di sejumlah ruas jalan.

"Rekayasa arus lalu lintas kami lakukan secara situasional ya. Rekayasa-rekayasa ini mulai dari pengalihan ataupun penutupan sekiranya memang nanti akan ada ruas-ruas jalan yang padat, volumenya cukup berat, maka kami akan lakukan pengalihan atau bahkan penutupan sekiranya itu diperlukan," sebutnya.

Polda Metro Jaya juga menyiapkan skema zona untuk menentukan penerapan rekayasa lalu lintas. Penentuan zona tersebut akan menjadi indikator apakah arus kendaraan perlu dialihkan atau tidak.

Kepala Korlantas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho (tengah) melaksanakan rapat koordinasi terkait pengawalan ribuan massa buruh May Day di wilayah Cibadak, Polres Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (30/4/2026). ANTARA/HO-Korlantas Polri. <b>(Antara)</b> Kepala Korlantas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho (tengah) melaksanakan rapat koordinasi terkait pengawalan ribuan massa buruh May Day di wilayah Cibadak, Polres Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (30/4/2026). ANTARA/HO-Korlantas Polri. (Antara)

"Ya kami berharap kita tetap bermain di zona hijau, artinya bahwa seluruh ruas jalan bisa tetap digunakan untuk sirkulasi pergerakan baik kendaraan roda dua, roda empat, dan bus peserta yang nanti akan masuk," ucapnya.

Sementara itu, apabila situasi memasuki zona kuning akibat meningkatnya kepadatan di sekitar Monas, maka rekayasa lalu lintas akan diterapkan di sejumlah titik seperti kawasan Sarinah, Tugu Tani, dan Harmoni.

"Ini sudah mulai akan kami alihkan ataupun kami kurangi volumenya sehingga mengantisipasi kepadatan yang bertambah panjang dan lama," jelasnya.

Sebanyak 1.793 personel lalu lintas disiapkan untuk mengawal jalannya pengamanan dan pengaturan kendaraan di berbagai titik. Berdasarkan informasi yang diterima polisi, kedatangan massa buruh ke Jakarta diperkirakan dimulai sejak pagi hari.

x|close