Sopir Taksi Green SM Diperiksa Polisi Usai Diduga Picu Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 29 Apr 2026, 11:36
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
Warga mengamati taksi listrik Green SM yang rusak pascakecelakaan dengan KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026). Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengerahkan tim investigasi Warga mengamati taksi listrik Green SM yang rusak pascakecelakaan dengan KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026). Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengerahkan tim investigasi (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Sopir taksi listrik Green SM kini menjadi fokus utama penyelidikan dalam insiden tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di kawasan Stasiun Bekasi Timur. Aparat kepolisian telah mengamankan pengemudi tersebut untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Polres Metro Bekasi Kota.

Kasi Kumpul, Olah, dan Kaji Data Kecelakaan Lalu Lintas Korlantas Polri, Kompol Sandhi Wiedyanoe, memastikan bahwa proses pendalaman terhadap sopir masih berlangsung.

“Pengemudi sudah diamankan di Polres Metro Bekasi Kota untuk dilakukan pendalaman lebih lanjut oleh Kasat Lantas,” ujar Sandhi, Selasa (28/4/2026).

Peristiwa ini bermula dari gangguan teknis pada kendaraan yang dikemudikan sopir tersebut. Mobil listrik yang digunakan mengalami korsleting saat melintas di perlintasan sebidang tanpa palang pintu. Dalam kondisi tersebut, kendaraan tidak dapat segera dipindahkan dan akhirnya tertabrak KRL yang melaju dari arah Cikarang menuju Jakarta.

Baca Juga: DPR Minta Pemerintah Gercep Bangun Flyover Dekat Stasiun Bekasi Timur

Benturan itu tidak hanya menyebabkan kerusakan pada kendaraan, tetapi juga berdampak luas terhadap operasional perjalanan kereta api. Sejumlah perjalanan KRL lainnya terpaksa tertahan karena proses evakuasi di lokasi kejadian.

“Kecelakaan yang melibatkan kereta api dengan kendaraan mobil listrik sebenarnya hanya rugi material. Namun akibatnya, perjalanan kereta api lainnya terganggu, KRL yang menunggu proses evakuasi,” katanya.

Situasi semakin kompleks karena informasi mengenai insiden awal diduga belum tersampaikan secara utuh kepada masinis KA Argo Bromo Anggrek yang melaju dengan kecepatan tinggi, sekitar 110 kilometer per jam. Kondisi ini memicu tabrakan lanjutan yang berujung fatal.

“Akibat kurangnya informasi dan koordinasi terjadilah tabrakan di Stasiun Bekasi Timur lebih tepatnya yang mengakibatkan beberapa korban meninggal dunia,” tuturnya.

Baca Juga: Habib Jafar Sebut Korban Kecelakaan KA Bekasi Mati Syahid

Dalam upaya mengungkap penyebab pasti kejadian, kepolisian saat ini melakukan penyidikan menggunakan metode Traffic Accident Analysis (TAA). Pendekatan ini mencakup rekonstruksi menyeluruh mulai dari kondisi sebelum kecelakaan, saat kejadian, hingga setelah insiden berlangsung.

“Tujuannya memudahkan penyidik laka lantas Polri dalam rangka membuat terang sebuah tindak pidana kejahatan lalu lintas,” ucap Sandhi.

Hasil pemeriksaan terhadap sopir taksi tersebut diharapkan dapat memberikan kejelasan mengenai peran dan tanggung jawab dalam rangkaian peristiwa yang berujung pada kecelakaan besar tersebut.

x|close