Ntvnews.id, Jakarta - Pemerintah Indonesia meluncurkan program bedah rumah bagi 15.000 unit hunian di kawasan perbatasan sebagai bagian dari upaya pemerataan pembangunan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Program ini merupakan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) yang difokuskan pada wilayah terluar dan tertinggal, termasuk daerah perbatasan serta pulau-pulau terpencil.
Baca Juga: Prabowo Tegaskan Kerja Keras dan Kolaborasi Nasional untuk Penuhi Kebutuhan Perumahan Rakyat
Program tersebut mencakup 17 provinsi dan 40 kabupaten/kota yang berada di wilayah perbatasan, serta sejumlah pulau terluar seperti Simeulue, Kepulauan Mentawai, dan Pulau Enggano.
Pemerintah menargetkan seluruh proses pembangunan dan renovasi rumah selesai pada September 2026, dengan mengedepankan standar hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Berikut Infografiknya:
Pemerintah meluncurkan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah untuk 15.000 unit di kawasan perbatasan, Kamis (23/4). Program ini untuk pemerataan pembangunan rumah yang layak di kawasan terluar Indonesia. (Antara)
(Sumber: Antara)
Pemerintah meluncurkan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah untuk 15.000 unit di kawasan perbatasan, Kamis (23/4). Program ini untuk pemerataan pembangunan rumah yang layak di kawasan terluar Indonesia. (Antara)