Pertamax Naik Hampir Rp4.000 per Liter, Pertalite dan Solar Tetap

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 10 Jun 2026, 05:00
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Pengendara sepeda motor mengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax di SPBU Jalan Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah, Selasa (31/3/2026). ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/tom. Pengendara sepeda motor mengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax di SPBU Jalan Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah, Selasa (31/3/2026). ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/tom. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax dan Pertamax Green yang mulai berlaku pada 10 Juni 2026 diperkirakan akan memengaruhi perilaku konsumsi masyarakat, terutama pengguna kendaraan pribadi yang selama ini menggunakan BBM beroktan tinggi.

PT Pertamina Patra Niaga resmi menaikkan harga Pertamax (RON 92) dari Rp12.300 per liter menjadi Rp16.250 per liter atau bertambah Rp3.950 per liter. Sementara itu, Pertamax Green 95 mengalami penyesuaian harga dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter.

Di sisi lain, harga BBM bersubsidi dipastikan tetap tidak mengalami perubahan. Pertalite masih dipasarkan dengan harga Rp10.000 per liter, sedangkan Biosolar tetap Rp6.800 per liter.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menjelaskan bahwa penyesuaian harga dilakukan setelah melalui evaluasi berkala dengan mempertimbangkan perkembangan harga minyak dunia dan harga pasar keekonomian.

“Penyesuaian harga Pertamax dan Pertamax Green dilakukan sesuai formula harga yang ditetapkan pemerintah dan telah dikoordinasikan dengan pemerintah sebagai regulator,” ujarnya.

Baca Juga: Harga BBM Pertamina Kembali Naik, Pertamax Turbo Sentuh Rp19.900 per Liter

Menurut Roberth, kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga keberlanjutan pasokan energi nasional sekaligus memastikan distribusi BBM berkualitas tetap berjalan optimal di seluruh wilayah Indonesia.

Kenaikan harga yang cukup signifikan ini diperkirakan menjadi perhatian masyarakat, khususnya pengguna kendaraan pribadi di kawasan perkotaan yang memiliki tingkat konsumsi BBM relatif tinggi.

Sejumlah pengamat menilai selisih harga yang semakin lebar antara Pertalite dan Pertamax berpotensi mendorong sebagian konsumen untuk beralih ke BBM dengan harga lebih murah. Namun, bagi kendaraan yang memiliki spesifikasi mesin tertentu, penggunaan BBM sesuai rekomendasi pabrikan tetap dianggap penting untuk menjaga performa dan umur mesin kendaraan.

Meski terjadi penyesuaian harga, Pertamina memastikan ketersediaan seluruh jenis BBM, baik subsidi maupun nonsubsidi, tetap aman di jaringan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang tersebar di berbagai daerah.

“Kami memastikan ketersediaan Pertamax dan Pertamax Green tetap terjaga serta dapat diperoleh masyarakat di seluruh jaringan SPBU Pertamina,” kata Roberth.

Berikut daftar harga BBM Pertamina yang berlaku mulai 10 Juni 2026:

BBM Bersubsidi

  • Pertalite: Rp10.000 per liter

  • Biosolar: Rp6.800 per liter

BBM Nonsubsidi

  • Pertamax: Rp16.250 per liter (sebelumnya Rp12.300)

  • Pertamax Green 95: Rp17.000 per liter (sebelumnya Rp12.900)

  • Pertamax Turbo: Rp20.750 per liter

  • Dexlite: Rp23.000 per liter

  • Pertamina Dex: Rp24.800 per liter

Masyarakat dapat memperoleh informasi terbaru mengenai harga BBM melalui aplikasi resmi MyPertamina maupun kanal informasi resmi Pertamina Patra Niaga. Kenaikan harga ini diperkirakan akan menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pola konsumsi energi masyarakat dalam beberapa waktu ke depan.

x|close