Infografik: Pemerintah Redam Lonjakan Harga Plastik Dampak Konflik Timur Tengah

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 24 Apr 2026, 13:16
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Pemerintah berupaya meredam lonjakan harga plastik di tengah konflik Timur Tengah sejak akhir Februari 2026 yang mengganggu pasokan bahan baku produk ini. Upaya ini dilakukan untuk mendukung keberlanjutan dunia usaha. Pemerintah berupaya meredam lonjakan harga plastik di tengah konflik Timur Tengah sejak akhir Februari 2026 yang mengganggu pasokan bahan baku produk ini. Upaya ini dilakukan untuk mendukung keberlanjutan dunia usaha. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Pemerintah Indonesia berupaya meredam lonjakan harga plastik yang terjadi akibat konflik di kawasan Timur Tengah sejak akhir Februari 2026. Ketegangan geopolitik tersebut berdampak pada terganggunya pasokan bahan baku plastik global, sehingga mendorong kenaikan harga yang cukup signifikan di dalam negeri. Langkah ini diambil untuk menjaga stabilitas industri sekaligus mendukung keberlanjutan dunia usaha.

Data menunjukkan bahwa harga bahan baku seperti nafta mengalami kenaikan tajam, dari sekitar 581,50 dolar AS per ton pada 27 Februari menjadi 907,50 dolar AS per ton pada 21 April 2026, atau meningkat lebih dari 56 persen. Kenaikan ini turut mendorong harga produk plastik. Polietilena (PE) misalnya, naik dari 972,5 dolar AS per ton menjadi 1.184,5 dolar AS per ton atau sekitar 21,8 persen. Sementara itu, polipropilena (PP) juga mengalami kenaikan dari 962,3 dolar AS per ton menjadi 1.123,1 dolar AS per ton atau sekitar 16,7 persen.

Baca Juga: Mendag Pastikan Stok Aman, Kenaikan Harga Minyak Goreng Dipicu Biaya Kemasan Plastik

Merespons kondisi tersebut, pemerintah mengambil sejumlah langkah strategis untuk menjaga stabilitas harga. Salah satunya adalah mencari pemasok bahan baku dari luar kawasan Timur Tengah, seperti dari India, kawasan Amerika, hingga Afrika. Selain itu, pemerintah juga menjajaki alternatif produsen dari negara-negara tetangga seperti Thailand, Vietnam, dan Singapura guna memperluas akses pasokan.

Upaya lainnya dilakukan melalui koordinasi dengan pelaku industri dan perwakilan dagang di luar negeri untuk membuka jalur distribusi bahan baku yang lebih stabil. Langkah-langkah ini diharapkan mampu menekan biaya produksi, terutama pada sektor makanan, produk rumah tangga, dan industri kemasan, sehingga harga barang tetap terjangkau bagi masyarakat.

Baca Juga: Kenaikan Energi Picu Plastik Mahal, Minyak Goreng Ikut Terimbas

Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti menegaskan bahwa pemerintah terus berupaya mencari sumber pasokan alternatif agar harga plastik dapat lebih stabil. Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dengan beralih ke alternatif ramah lingkungan, seperti menggunakan tas belanja sendiri atau bahan berbasis kertas.

Berikut Infografiknya:

Pemerintah berupaya meredam lonjakan harga plastik di tengah konflik Timur Tengah sejak akhir Februari 2026 yang mengganggu pasokan bahan baku produk ini. Upaya ini dilakukan untuk mendukung keberlanjutan dunia usaha. <b>(Antara)</b> Pemerintah berupaya meredam lonjakan harga plastik di tengah konflik Timur Tengah sejak akhir Februari 2026 yang mengganggu pasokan bahan baku produk ini. Upaya ini dilakukan untuk mendukung keberlanjutan dunia usaha. (Antara)

x|close