PM Baru Hungaria Berkomitmen Tangkap Netanyahu

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 22 Apr 2026, 06:00
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Peter Magyar, pemimpin Partai Hormat dan Kebebasan (Tisza) dan penentang terkuat Orban, memberikan suara di Budapest (11/4/2026). ANTARA/Jakub Porzycki/Anadolu/pri. Peter Magyar, pemimpin Partai Hormat dan Kebebasan (Tisza) dan penentang terkuat Orban, memberikan suara di Budapest (11/4/2026). ANTARA/Jakub Porzycki/Anadolu/pri. (Antara)

Ntvnews.id, Budapest - Perdana Menteri baru Hungaria, Peter Magyar, menyatakan komitmennya untuk menangkap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sesuai dengan mandat dari International Criminal Court.

Sebelumnya, ICC telah mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Netanyahu atas dugaan keterlibatan dalam kejahatan genosida di Jalur Gaza.

Dilansir dari Sky News, Rabu, 22 April 2026, Magyar menegaskan bahwa Hungaria tetap menjadi anggota ICC, sehingga memiliki kewajiban untuk melaksanakan keputusan lembaga peradilan internasional tersebut.

Ia juga telah memperingatkan Netanyahu bahwa dirinya berisiko ditangkap apabila berkunjung ke Hungaria.

Sikap tegas Magyar ini berbeda dengan pendahulunya, Viktor Orban, yang dikenal sebagai sekutu Presiden Amerika Serikat Donald Trump serta memiliki hubungan dekat dengan Netanyahu.

Baca Juga: Partai Tisza Menang Pemilu Hungaria, Peter Magyar Minta Mandat Bentuk Pemerintahan

Orban sebelumnya sempat merencanakan untuk menarik Hungaria dari keanggotaan ICC pada tahun lalu karena menolak melaksanakan perintah penangkapan terhadap Netanyahu.

Pada 2 Juni tahun lalu, Hungaria bahkan menjadi satu-satunya negara Uni Eropa yang menolak keputusan ICC tersebut.

Kini, di bawah kepemimpinan Magyar yang berhasil mengalahkan Orban dalam pemilu awal April lalu, pemerintah Hungaria mulai meninjau ulang kebijakan tersebut dan berencana membatalkan langkah keluar dari ICC.

Arsip - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berbicara di markas militer Kirya di Tel Aviv, Israel, 1 Maret 2026. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan pada hari Minggu bahwa angkatan udara Israel menyerang Teheran dengan  <b>(Antara)</b> Arsip - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berbicara di markas militer Kirya di Tel Aviv, Israel, 1 Maret 2026. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan pada hari Minggu bahwa angkatan udara Israel menyerang Teheran dengan (Antara)

"Saya percaya bahwa jika suatu negara adalah anggota Mahkamah Pidana Internasional, dan seseorang yang dicari oleh pengadilan memasuki wilayah kita, maka orang itu harus ditahan," tambahnya, merujuk pada Netanyahu, dikutip dari Sky News.

Surat perintah penangkapan terhadap Netanyahu sebelumnya menuai kritik keras dari Presiden AS saat itu, Joe Biden. Sementara itu, penerusnya, Donald Trump, tetap menunjukkan dukungan kuat terhadap Perdana Menteri Israel tersebut.

x|close