Heboh! 5 Orang Diduga Jadi Korban Pelecehan Seksual Sesama Jenis oleh Guru Ngaji di Bogor

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 20 Apr 2026, 10:13
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
Ilustrasi kekerasan pada anak (freepik) Ilustrasi kekerasan pada anak (freepik) (Freepik )

Ntvnews.id, Jakarta - Kasus dugaan pelecehan seksual yang melibatkan seorang guru ngaji di kawasan Puncak, Megamendung, Kabupaten Bogor, kini mengarah pada fakta yang semakin jelas. Polisi telah mengidentifikasi lima orang korban dalam perkara ini, yang seluruhnya berjenis kelamin laki-laki.

Kasat PPA/PPO Polres Bogor AKP Slifi Adi Putri mengungkapkan bahwa kelima korban tersebut telah menjalani pemeriksaan awal oleh penyidik.

"Sementara ini yang sudah dilakukan pemeriksaan ada 5 orang (korban). Sejauh ini laki-laki semua yang sudah diperiksa," kata Kasat PPA/PPO Polres Bogor AKP Slifi Adi Putri saat ditanya jumlah korban dugaan pelecehan seksual oleh guru ngaji, Minggu (19/4/2026).

Meski demikian, proses pendalaman kasus masih berlangsung. Keterangan dari para korban belum sepenuhnya rampung dianalisis. Polisi saat ini menunggu hasil visum serta pendampingan psikolog sebagai dasar untuk melangkah ke tahap berikutnya, termasuk pemanggilan terlapor.

Baca Juga: Iran Buka Kembali Wilayah Udara Secara Bertahap

"Untuk terlapor belum (diperiksa), karena penyidik akan merujuk visum dan psikolog dulu kepada para korban," kata Silfi.

Kasus ini mencuat setelah sebuah video beredar luas di media sosial, memperlihatkan rumah terduga pelaku didatangi warga. Aksi tersebut dipicu oleh dugaan pelecehan seksual terhadap murid yang diduga dilakukan oleh guru ngaji tersebut. Pihak keluarga korban kemudian melaporkan kejadian ini ke polisi.

Kapolsek Megamendung Iptu Desi Triana membenarkan peristiwa yang terekam dalam video viral tersebut. Ia menjelaskan bahwa kasus ini pertama kali terungkap beberapa hari sebelum penanganan resmi dialihkan ke tingkat Polres.

Baca Juga: Tentara Prancis Tewas di Lebanon, Macron Kecam Serangan

"Kejadiannya betul, terungkapnya dua hari lalu. Pastinya tindakan awal Polsek Megamendung datang ke lokasi, setelah itu kita koordinasi dan komunikasi dengan satuan fungsi PPA, dan pagi tadi kita serahkan, arahkan ke PPA Polres Bogor," kata Desi dimintai konfirmasi, Jumat (17/4).

Rumah yang didatangi warga diketahui merupakan tempat tinggal terduga pelaku yang dikenal sebagai guru ngaji di lingkungan sekitar. Meski tidak secara rutin mengajar, sosok tersebut dikenal oleh warga dan kerap dipanggil sebagai ustaz.

"Betul, (yang digeruduk warga) itu rumah terduga pelaku, baru diduga ya. Jadi guru ngajinya juga kadang-kadang aja, cuma dia sering kenalnya, dipanggilnya ustaz," kata Desi.

Sejauh ini, fokus penyelidikan masih tertuju pada pendalaman kondisi lima korban yang telah teridentifikasi. Pemeriksaan medis dan psikologis menjadi langkah penting sebelum aparat memanggil dan memeriksa terduga pelaku secara resmi.

x|close