Ntvnews.id, New York - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengkritik rencana kebijakan pajak yang diusulkan Wali Kota New York Zohran Mamdani terkait kepemilikan rumah mewah. Kebijakan tersebut menyasar warga kaya yang memiliki lebih dari satu properti dengan nilai di atas US$5 juta atau sekitar Rp85,6 miliar.
Melalui akun Truth Social miliknya, Trump yang juga dikenal sebagai pengusaha properti menilai langkah tersebut akan berdampak buruk bagi kota New York.
"Sangat disayangkan, Walikota Mamdani sedang Menghancurkan New York! Kota ini tidak punya peluang! Amerika Serikat seharusnya tidak ikut berkontribusi pada kegagalannya. Keadaan hanya akan semakin memburuk," tulis Trump.
Ia kemudian menambahkan, "Kebijakan Pajak, Pajak, Pajak sangatlah salah. Orang-orang berbondong-bondong pindah. Mereka harus mengubah cara mereka, dan secepatnya. Sejarah telah membuktikan, "Hal ini tidak berhasil".
Baca Juga: Trump Akui Kesepakatan AS–Iran Belum Pasti Tercapai di Tengah Ketegangan yang Berlanjut
Sebelumnya, Mamdani bersama Gubernur New York Kathy Hochul mengumumkan rencana penerapan pajak bagi pemilik rumah kedua bernilai lebih dari US$5 juta di kota tersebut.
"Jika Anda mampu membeli rumah kedua seharga U$5 juta yang sebagian besar tahunnya kosong, Anda juga mampu berkontribusi seperti warga New York lainnya," kata Hochul dalam pernyataan resminya, dikutip The Hill.
Di sisi lain, Mamdani menegaskan bahwa kebijakan tersebut bertujuan untuk membantu mengurangi defisit anggaran yang diperkirakan mencapai US$5,4 miliar pada tahun fiskal mendatang.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengadakan konferensi pers di Ruang Briefing Pers James S. Brady di Gedung Putih, Washington D.C., Amerika Serikat, Selasa (6/4/2026). ANTARA/Anadolu/Celal Güne?/pri. (Antara)
"Kita bicara soal tingkat kekayaan yang terkumpul di Kota New York pada saat kota kita menghadapi krisis fiskal antargenerasi," kata Mamdani pada Kamis.
"Jadi saya pikir ini adalah sesuatu yang patut dirayakan sebagai bagian dari pekerjaan yang kita lakukan bersama gubernur," imbuhnya.
Hubungan antara Trump dan Mamdani sendiri diketahui kerap memanas sejak masa kampanye pemilihan wali kota. Trump beberapa kali melabeli Mamdani sebagai sosok radikal hingga komunis. Namun, Mamdani tetap bergeming dan menegaskan bahwa kebijakan yang diambil bertujuan untuk kepentingan masyarakat New York.
Arsip - Presiden AS Donald Trump berbicara dalam konferensi pers di Washington DC, Amerika Serikat (7/4/20206). (ANTARA/Celal Gunes/Anadolu/pri.) (Antara)