Ntvnews.id, Los Angeles - The Walt Disney Company mulai melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sekitar 1.000 karyawan pada Selasa, 14 April 2026. Kebijakan ini menjadi salah satu langkah besar pertama di bawah kepemimpinan CEO baru, Josh D'Amaro, dalam upaya merampingkan operasional perusahaan.
Dalam memo internal yang diterima sejumlah media, D’Amaro menyoroti perubahan besar yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir, baik di dalam perusahaan maupun di industri hiburan secara luas.
"Kita telah mengalami banyak perubahan dalam beberapa tahun terakhir, baik di perusahaan maupun di seluruh industri kita," tulis D'Amaro dalam memo yang diterima sejumlah outlet media.
Ia juga menegaskan bahwa pengurangan tenaga kerja dilakukan di berbagai lini bisnis.
"Akan memangkas sejumlah posisi di beberapa sektor bisnis dan telah mulai memberi tahu karyawan yang terdampak," tambahnya.
Baca Juga: Walt Disney Tunjuk Josh D'Amaro Jadi CEO Baru Gantikan Bob Iger
Langkah efisiensi ini, lanjut D’Amaro, merupakan bagian dari strategi untuk meningkatkan daya saing perusahaan di tengah perubahan industri yang cepat.
"Selama beberapa bulan terakhir, kami telah mencari berbagai cara untuk merampingkan kegiatan operasional di sejumlah sektor perusahaan guna memastikan kita bisa menghadirkan kreativitas dan inovasi kelas dunia yang dihargai dan diharapkan para penggemar dari Disney," tulis D'Amaro dalam memonya.
Selain itu, ia menekankan pentingnya transformasi tenaga kerja agar lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi.
"Dengan pesatnya laju industri kita, kita perlu terus mengevaluasi bagaimana cara membina tenaga kerja yang lebih tangkas dan didukung teknologi guna memenuhi kebutuhan masa depan," ujarnya.
Baca Juga: Disney Bakal PHK 1.000 Karyawan
PHK ini disebut sebagai bagian dari proses evaluasi berkelanjutan untuk mengelola sumber daya secara lebih efisien sekaligus mengalokasikan kembali investasi ke sektor bisnis yang lebih strategis.
Berdasarkan laporan Los Angeles Times, pemangkasan tenaga kerja akan berdampak pada sejumlah unit, termasuk studio film dan televisi, ESPN, divisi produk dan teknologi, fungsi korporat, serta pemasaran. Dengan total sekitar 230.000 karyawan secara global pada akhir tahun lalu, jumlah PHK ini diperkirakan kurang dari satu persen dari keseluruhan tenaga kerja Disney.
Langkah tersebut juga mencerminkan tantangan yang dihadapi industri hiburan saat ini. Disney, seperti banyak studio Hollywood lainnya, tengah beradaptasi dengan penurunan keuntungan dari layanan televisi konvensional, performa box office yang melemah, serta meningkatnya persaingan dari perusahaan teknologi dalam bisnis streaming.
(Sumber: Antara)
Warga mengunjungi Disneyland Resort di Anaheim, California, Amerika Serikat pada 26 Januari 2023. ANTARA/Xinhua/Zeng Hui (Antara)