Ntvnews.id, Los Angeles - Perusahaan hiburan raksasa asal Amerika Serikat, The Walt Disney Company, dilaporkan akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sekitar 1.000 karyawan dalam beberapa pekan ke depan. Informasi ini disampaikan media The Wall Street Journal (WSJ) dengan mengutip sejumlah sumber terkait.
Kebijakan ini disebut sebagai salah satu langkah besar pertama di bawah kepemimpinan CEO baru, Josh D'Amaro. Pemangkasan tenaga kerja tersebut diperkirakan akan banyak terjadi di divisi pemasaran perusahaan.
Baca Juga: DPR Akan Panggil Netflix hingga Disney+ Demi Dongkrak Kualitas Film Nasional
Laporan WSJ menyebutkan bahwa Disney, seperti sejumlah studio Hollywood lainnya, tengah menghadapi tantangan penurunan keuntungan. Pendapatan dari layanan streaming dinilai belum mampu menggantikan keuntungan besar yang sebelumnya diperoleh dari televisi konvensional. Selain itu, penurunan pendapatan box office serta persaingan ketat dengan perusahaan teknologi turut menjadi faktor.
Di sisi lain, perusahaan juga berupaya mengalihkan sumber daya ke sektor digital yang dianggap memiliki potensi pertumbuhan lebih besar di masa depan.
Sebelumnya, Disney telah memangkas lebih dari 8.000 posisi sejak Bob Iger kembali menjabat sebagai CEO pada 2022 dan memulai restrukturisasi besar-besaran. Rencana PHK terbaru ini sendiri telah disusun sebelum D'Amaro resmi mengambil alih kepemimpinan.
Baca Juga: Walt Disney Tunjuk Josh D'Amaro Jadi CEO Baru Gantikan Bob Iger
Hingga kini, D'Amaro belum merinci strategi penataan ulang perusahaan sejak resmi menjabat bulan lalu. Namun, sejumlah pihak yang dekat dengan perusahaan menyebut salah satu fokus utamanya adalah meningkatkan kolaborasi antardivisi agar lebih cepat dan efisien.
D'Amaro (54) resmi menjabat sebagai CEO Disney pada 18 Maret. Ia merupakan sosok berpengalaman yang telah berkarier selama 28 tahun di perusahaan tersebut, termasuk pernah memimpin segmen pengalaman Disney sejak 2020 serta menjabat sebagai presiden Walt Disney World Resort.
(Sumber: Antara)
Para pengunjung bermain di Taman Petualangan Disney California, Selasa (13/5/2025). (ANTARA/Xinhua/Qiu Chen) (Antara)