Ntvnews.id, Jakarta - Tim Kedokteran Forensik dan Medikolegal Rumah Sakit dr Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang memastikan bahwa penyebab kematian eks dosen UIN Maulana Malik Ibrahim, Imam Muslimin atau Yai Mim, mengarah pada kondisi kekurangan oksigen dalam tubuh atau asfiksia.
Kesimpulan ini diperoleh setelah proses pemeriksaan forensik terhadap jenazah selesai dilakukan. Kasatreskrim Polresta Malang Kota AKP Rahmad Ahi Prabowo menyampaikan hasil awal dari pemeriksaan tersebut.
"Dokter menyimpulkan tanda-tanda menonjol ke arah asfiksia," ujar Rahmad saat dikonfirmasi, Senin (13/4/2026).
Pemeriksaan visum et repertum telah rampung dilakukan pada petang hari sebelumnya. Setelah proses tersebut selesai, jenazah Yai Mim langsung diberangkatkan ke Kabupaten Blitar untuk dimakamkan.
Baca Juga: Pembasmian Ikan Sapu-Sapu di Jakarta, Pramono Siapkan Langkah Serius
Asfiksia sendiri merupakan kondisi medis serius yang terjadi ketika tubuh tidak memperoleh suplai oksigen yang memadai. Dalam kondisi normal, seseorang menghirup oksigen melalui sistem pernapasan, lalu paru-paru menyalurkannya ke dalam aliran darah untuk didistribusikan ke seluruh jaringan tubuh.
Oksigen tersebut kemudian digunakan oleh sel untuk menghasilkan energi yang dibutuhkan tubuh.
Ketika proses ini terganggu, baik saat menghirup oksigen maupun saat mengeluarkan karbon dioksida, tubuh akan mengalami penurunan fungsi secara cepat. Kondisi ini dapat menyebabkan seseorang kehilangan kesadaran, dan dalam situasi yang lebih parah berujung pada kematian.
Dengan demikian, temuan tim forensik yang menunjukkan indikasi asfiksia menjadi faktor utama yang menjelaskan penyebab meninggalnya Yai Mim.
Mantan Dosen UIN Malang Yai Mim (Instagram)