Pramono Minta Pembersihan Ikan Sapu-Sapu di Seluruh Wilayah Jakarta

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 12 Apr 2026, 14:46
thumbnail-author
Adiansyah
Penulis
thumbnail-author
Ramses Manurung
Editor
Bagikan
Pramono Anung Pramono Anung (Humas Pemprov DKI)

Ntvnews.id, Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mulai bergerak serius menangani maraknya populasi ikan sapu-sapu yang dinilai merusak ekosistem perairan. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menginstruksikan operasi pembersihan dilakukan di seluruh wilayah ibu kota.

Politisi PDI Perjuangan tersebut menegaskan bahwa penanganan tidak hanya difokuskan di satu wilayah, melainkan harus menyeluruh di seluruh Jakarta yang terdampak.

"Saya akan meminta tidak hanya di Jakarta Pusat, di semua wilayah yang ikan sapu-sapunya banyak untuk kita adakan operasi," ucap Pramono di Jakarta Timur, Minggu, 12 April 2026.

Operasi pembersihan ikan sapu-sapu sebelumnya telah dimulai di kawasan Jakarta Pusat, tepatnya di aliran kali sekitar Grand Hyatt dan Plaza Indonesia. Kegiatan ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari Wali Kota Jakarta Pusat, Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP), hingga petugas PPSU.

Pramono Anung menilai langkah awal tersebut memberikan dampak positif, meskipun prosesnya tidak bisa diselesaikan secara instan.

Baca Juga: Pramono Mau Bikin Kota Tua Jadi Destinasi Utama Jakarta

Pramono Anung <b>(Humas Pemprov DKI)</b> Pramono Anung (Humas Pemprov DKI)

Baca Juga: Pramono Sebut Kampus IKJ Tak Dipindah ke Kota Tua

"Yang di PI kemarin sebagai awal. Memang sudah cukup banyak, tapi tidak mungkin langsung bisa selesai. Tetapi ini menurut saya merupakan sesuatu yang bermanfaat dan memberikan kontribusi positif," jelasnya.

Keberadaan ikan sapu-sapu di perairan Jakarta dinilai berbahaya karena dapat merusak tanggul dan mengganggu keseimbangan ekosistem lokal. Jika tidak segera dikendalikan, populasinya akan terus meningkat dan memperparah kondisi lingkungan.

"Kalau tidak dilakukan segera penangkapan, jumlah ikan sapu-sapu ini pasti ini akan berpengaruh pada ekosistem kita," kata dia lagi.

Setelah ditangkap, ikan sapu-sapu akan dibawa ke Pusat Produksi Inspeksi dan Sertifikasi Hasil Perikanan (PPISHP) di Ciganjur untuk ditangani lebih lanjut.

Sebelumnya, Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta, Hasudungan A. Sidabalok, menjelaskan bahwa ikan sapu-sapu yang telah mati akan dikubur. Hal ini dilakukan karena ikan tersebut memiliki daya tahan tinggi dan bisa tetap hidup meski berada di luar air dalam kondisi tertentu.

Masalah ikan sapu-sapu sebenarnya bukan hal baru di Jakarta. Namun, dengan operasi pembersihan yang lebih masif dan terkoordinasi, Pemprov DKI berharap pengendalian populasi dapat dilakukan secara efektif.

x|close