Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/Kepala BKKBN Wihaji menegaskan bahwa pembangunan keluarga harus mencakup seluruh tahapan kehidupan, dengan perhatian khusus pada generasi muda yang perlu dibekali pemahaman mengenai ketahanan keluarga.
"Dalam investasi sumber daya manusia ini, diperlukan pendekatan pembangunan keluarga melalui siklus kehidupan yang dimulai dari periode pranikah hingga lanjut usia," katanya dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat, 10 April 2026.
Ia menjelaskan bahwa proses pembangunan keluarga dimulai dari penguatan delapan fungsi utama, yaitu fungsi agama, cinta kasih, sosial budaya, perlindungan, reproduksi, sosialisasi dan pendidikan, ekonomi, serta pembinaan lingkungan.
Baca Juga: Wihaji: Keluarga Jadi Kunci Cetak SDM Berkualitas
Melalui pendekatan tersebut diharapkan terbentuk keluarga berkualitas yang memiliki ketahanan fisik, ekonomi, sosial, dan psikologis.
"Pada akhirnya, hal tersebut akan menghasilkan sumber daya manusia berkualitas untuk Indonesia Emas 2045," ujar Wihaji.
Dalam kuliah umum yang digelar di Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung pada Kamis, 9 April 2026, Wihaji kembali menekankan pentingnya pembekalan generasi muda terkait ketahanan keluarga.
Kegiatan tersebut mengusung tema "Transformasi Kebijakan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga menuju Indonesia Emas Tahun 2045".
Dukungan terhadap penguatan wawasan pembangunan keluarga juga disampaikan oleh Dekan FSH UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Fauzan Ali Rasyid.
Ia menilai pemahaman tersebut penting, mengingat di fakultasnya juga dipelajari hukum keluarga.
Baca Juga: Menteri Wihaji Tegaskan Program MBG Khusus 3B Jadi Prioritas Prabowo
"Kami pandang perlu wawasan pembangunan keluarga ini agar kami tahu bagaimana membangun keluarga dipandang dari kebijakan nasional, sehingga nantinya para mahasiswa dapat ikut berperan dalam membangun keluarga yang harmonis di tengah masyarakat," ujar Fauzan.
Pada kesempatan yang sama, Kemendukbangga/BKKBN bersama UIN Sunan Gunung Djati Bandung turut menandatangani nota kesepahaman serta perjanjian kerja sama.
Kolaborasi ini berfokus pada sinergi Tri Dharma Perguruan Tinggi untuk mendukung program pembangunan keluarga, kependudukan, dan keluarga berencana.
(Sumber: Antara)
Mendukbangga/Kepala BKKBN Wihaji dalam kuliah umum di Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati, Bandung, yang bertajuk (Antara)