Kronologi Bayi Nyaris Dibawa OTK di RSHS Bandung, Gelang Identitas Digunting Suster

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 10 Apr 2026, 10:50
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
Rumah Sakit Hasan Sadikin atau RSHS Rumah Sakit Hasan Sadikin atau RSHS (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Insiden yang menimpa bayi pasien di RSUP Hasan Sadikin menjadi perhatian publik setelah sang ibu, Nina Saleha, mengungkap kronologi kejadian yang nyaris membuatnya kehilangan buah hati. Peristiwa ini terjadi saat ia mendampingi bayinya menjalani perawatan di rumah sakit tersebut pada Rabu (8/4).

Kejadian bermula ketika Nina tengah menunggu jadwal pemeriksaan dokter anak yang tak kunjung datang. Di ruang tunggu, ia sempat berbincang dengan seorang perempuan yang juga berada di lokasi.

“Saya tanya, 'mau ngapain ke sini? Mau pulang atau nengok?' Dia bilang mau pulang,” ujar Nina saat dihubungi wartawan, Kamis (9/4).

Situasi berubah saat Nina dan suaminya memutuskan turun ke bawah untuk makan. Meski hanya sebentar, Nina mengaku sempat merasakan firasat tidak enak. Perasaan itu membuatnya memilih kembali ke ruangan lebih cepat dari rencana.

Baca Juga: Viral Bayi Nyaris Dibawa Orang Tak Dikenal di RSHS Bandung, Manajemen Minta Maaf

“Pas saya kembali ke atas, ternyata anak saya sudah dipegang oleh perempuan itu. Saya tanya, 'Teh, pulang?' Dia bilang, iya. Pas saya perhatikan baju, selimut, dan wajahnya, itu anak saya,” katanya.

Kondisi tersebut langsung memicu kepanikan. Nina menyadari sesuatu yang janggal ketika melihat gelang identitas bayinya sudah tidak terpasang.

“Pas dilihat, gelang namanya sudah tidak ada. Katanya gelangnya sudah digunting oleh suster,” ungkapnya.

Merasa anaknya berada dalam situasi berbahaya, Nina langsung berteriak meminta bantuan tenaga medis di sekitar lokasi.

“Saya teriak, ‘Sus, Sus, itu anak saya mau dibawa pergi!’”

Baca Juga: Viral Penumpang Tahan Pintu Whoosh di Padalarang, Ganggu Sistem Kereta Cepat

Suaminya yang datang kemudian turut mencoba meminta penjelasan kepada perawat. Dalam percakapan tersebut, disebutkan bahwa Nina sebelumnya sempat dipanggil namun tidak berada di tempat.

Meski demikian, Nina menilai ada kejanggalan dalam pengawasan di rumah sakit. Ia menduga insiden ini tidak lepas dari kelalaian, bahkan membuka kemungkinan adanya unsur kesengajaan.

“Kalau menurut saya, ada unsur kelalaian dari suster, ada juga kemungkinan unsur kesengajaan,” ujarnya.

Ia pun berharap kejadian ini tidak berhenti sebagai viral semata, melainkan ditindaklanjuti secara serius agar tidak terulang kembali, terutama menyangkut keamanan pasien.

“Harapannya ditindaklanjuti. Susternya kalau bisa diberi sanksi tegas, takutnya jadi oknum,” ucapnya.

Di sisi lain, pihak manajemen rumah sakit telah menyampaikan permohonan maaf atas kejadian tersebut serta memastikan akan melakukan evaluasi terhadap pelayanan, meski mereka menyebut persoalan dengan keluarga pasien telah diselesaikan secara kekeluargaan.

“Sehubungan dengan adanya pemberitaan di media sosial TikTok pada tanggal 8 April 2026 terkait dengan pelayanan kesehatan pada bayi dari Ibu Nina Saleha, maka segenap manajemen RSUP Dr. Hasan Sadikin menyampaikan permohonan maaf yang sedalam-dalamnya atas ketidaknyamanan peristiwa yang dialami oleh anak Ibu Nina Saleha selama mendapatkan pelayanan kesehatan di RSUP Dr. Hasan Sadikin,” demikian pernyataan resmi manajemen.

x|close