Respons Tak Terduga AS atas Pembunuhan Pemimpin Hamas Ismail Haniyeh

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 1 Agu 2024, 11:24
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Pemimpin Hamas Ismail Haniyeh Pemimpin Hamas Ismail Haniyeh (Istimewa)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Antony Blinken mengungkapkan bahwa pemerintah AS tidak memiliki pengetahuan atau keterlibatan dalam pembunuhan pemimpin politik Hamas, Ismail Haniyeh, di Iran.

"Ini adalah hal yang tidak kami ketahui atau terlibat di dalamnya," ujar Blinken dalam wawancara dengan Channel News Asia di Singapura.

Blinken menambahkan, "Saya tidak bisa menjelaskan arti dari kejadian ini. Namun, saya dapat menegaskan bahwa kebutuhan untuk mencapai gencatan senjata, dan pentingnya hal itu bagi semua pihak, tetap ada," sebagaimana tercantum dalam transkrip wawancara yang dibagikan oleh stafnya.

Haniyeh berada di Teheran untuk menghadiri pelantikan presiden baru Iran saat ia terbunuh dalam serangan udara Israel pada Rabu, 31 Juli 2024 kemarin.

Baca Juga: Pemimpin Hamas Ismail Haniyeh Tewas Dibunuh Usai Hadiri Pelantikan Presiden Iran

Kelompok Hamas mengonfirmasi kematian Haniyeh dan menyatakan bahwa ia tewas dalam serangan udara Israel di Teheran setelah menghadiri pelantikan Presiden baru Iran, Masoud Pezeshkian.

Garda Revolusi Iran juga mengonfirmasi kematian Haniyeh dalam serangan di wilayahnya. Laporan kantor berita Iran, Fars News Agency, bahkan menyebut Haniyeh yang sedang berada di Teheran tewas akibat "serangan rudal yang diluncurkan dari udara".

Sejauh ini, pemerintah maupun militer Israel belum secara resmi mengomentari kematian Haniyeh. Sayap bersenjata Hamas, Brigade Ezzedine al-Qassam, menyebut pembunuhan Haniyeh, di Iran membawa perang melawan Israel ke "level baru". 

Brigade Ezzedine al-Qassam juga memperingatkan dampak lanjutan terhadap seluruh kawasan.

"Pembunuhan ini ... membawa perang ke level yang baru dan akan memiliki konsekuensi yang sangat besar bagi seluruh kawasan," demikian peringatan yang dirilis Brigade Ezzedine al-Qassam.

Baca Juga: Breaking News! Pemimpin Hamas Ismail Haniyeh Tewas Terbunuh di Iran 

Pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei juga bersumpah akan memberikan "hukuman keras" bagi Israel setelah pembunuhan Haniyeh.

"Dengan tindakan ini, rezim Zionis kriminal dan teroris menyiapkan dasar untuk hukuman keras bagi dirinya sendiri, dan kami menganggapnya sebagai tugas kami untuk membalas dendam atas darahnya karena ia telah menjadi martir di wilayah Republik Islam Iran," kata Ayatollah dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh kantor berita resmi Iran, IRNA. 

"Iran dan front perlawanan akan menanggapi kejahatan ini," katanya dalam sebuah pernyataan, menggunakan istilah yang digunakan Teheran untuk merujuk pada kelompok-kelompok militan bersekutu di seluruh Timur Tengah.

TERKINI

3 Syarat dari Iran Jika Ingin Perang Berakhir, Apa Itu?

Luar Negeri Jumat, 13 Mar 2026 | 07:30 WIB

Rekam Rudal Iran di Langit Dubai, Turis Terancam Hukuman Penjara

Luar Negeri Jumat, 13 Mar 2026 | 07:30 WIB

Jepang Mulai Lepas Cadangan Minyak

Luar Negeri Jumat, 13 Mar 2026 | 06:50 WIB

Trump Klaim Lagi Perang AS-Israel Melawan Iran Segera Berakhir

Luar Negeri Jumat, 13 Mar 2026 | 06:45 WIB

Penembakan Terjadi di Kampus AS, 2 Orang Terluka dan Pelaku Tewas

Luar Negeri Jumat, 13 Mar 2026 | 06:25 WIB

Antrean Panjang di Sejumlah Bandara AS, Ada Apa?

Luar Negeri Jumat, 13 Mar 2026 | 06:15 WIB

Pasukan Quds Iran Bersumpah Terus Lawan AS-Israel

Luar Negeri Jumat, 13 Mar 2026 | 06:10 WIB

Trump Persilakan Timnas Iran Tampil di Piala Dunia 2026, Namun...

Luar Negeri Jumat, 13 Mar 2026 | 05:45 WIB
Load More
x|close