70 KK di Tangerang Terdampak Banjir Akibat Tanggul Jebol

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 6 Apr 2026, 16:13
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Sejumlah permukiman warga di Perum Mustika Tigaraksa, Kelurahan Pasir Nangka, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Banten, terdampak bencana alam banjir setinggi hampir satu meter akibat intensitas hujan deras hingga jebolnya tanggul. ANTARA/Azmi Samsul M Sejumlah permukiman warga di Perum Mustika Tigaraksa, Kelurahan Pasir Nangka, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Banten, terdampak bencana alam banjir setinggi hampir satu meter akibat intensitas hujan deras hingga jebolnya tanggul. ANTARA/Azmi Samsul M (Antara)

Ntvnews.idTangerang - Sedikitnya 70 kepala keluarga (KK) di RT/RW 05/09 Perum Mustika Tigaraksa, Kelurahan Pasir Nangka, Kabupaten Tangerang, Banten, terdampak banjir dengan ketinggian air hampir mencapai satu meter. Bencana ini dipicu oleh hujan deras yang berlangsung intens serta jebolnya tanggul di wilayah tersebut.

Ketua RT 05, Teguh Handoyo

, mengungkapkan bahwa seluruh warga di wilayahnya terdampak oleh banjir tersebut.

"Untuk RT 05 yang terdampak 100 persen, itu sekitar 70 KK. Ketinggian air itu bervariasi dari 50 centimeter hingga satu meter," kata Ketua RT 05, Teguh Handoyo di Tangerang, Senin, 6 April 2026.

Ia menjelaskan bahwa banjir mulai terjadi sejak Minggu, 5 April 2026, ketika air mulai masuk ke permukiman warga sejak siang hari dan terus meningkat hingga merendam rumah-rumah.

Baca Juga: Tangsel Dikepung Banjir, Sejumlah Rumah Warga Terendam Air

Menurutnya, penyebab utama banjir adalah jebolnya tanggul Sungai Cimanceri yang membuat air meluap dan menggenangi kawasan permukiman.

"Kalau dibilang sebenarnya nggak terlalu parah, walaupun ini kedalamannya paling sekitar 80-100 sentimeter," tuturnya.

Hingga saat ini, sebagian warga masih memilih bertahan di rumah masing-masing, meskipun ada juga yang mengungsi ke tempat yang lebih aman seperti rumah keluarga atau kerabat.

"Ada yang sebagian mengungsi, ada yang sebagian memang bertahan di rumah. Karena kan rata-rata warga ini sudah punya persiapan," ujarnya.

Teguh menambahkan bahwa banjir memang kerap terjadi di wilayah tersebut, namun ketinggian air hingga satu meter kali ini merupakan yang terparah sejak akhir tahun 2025.

"Kalau kembali hujan dan tanggul belum dibenahi, pasti air naik lagi. Jadi kami bersama warga sudah persiapan untuk mengantisipasi ke depannya," ujarnya.

Ia juga menyebutkan bahwa hingga saat ini bantuan logistik maupun fasilitas evakuasi seperti perahu karet belum diterima dari pemerintah daerah.

"Kalau yang kemarin memang saya butuh, akhirnya banjir yang kemarin saya minta dikirim perahu karet. Kalau saat ini ya itu, tapi kalau memang dari pemerintah istilahnya ingin memberikan bantuan, warga kami tentunya butuh logistik," ujarnya.

Teguh berharap pemerintah segera mengambil langkah cepat, terutama dalam memperbaiki tanggul sungai yang jebol agar kejadian serupa tidak terulang.

"Kalau bisa bupati segera perbaiki tanggul yang jebol. Kemarin, di akhir tahun beliau sudah cek lokasi, namun sampai saat ini belum ada realisasinya," kata dia.

Sementara itu, Sekretaris BPBD Kabupaten Tangerang, Irwan, menyampaikan bahwa pihaknya masih melakukan pendataan terhadap jumlah korban terdampak banjir di wilayah tersebut.

Baca Juga: Banjir dan Longsor Hantam Afghanistan, Puluhan Korban Jiwa dan Kerusakan Meluas

Ia menambahkan bahwa tim BPBD telah melakukan pemantauan sejak awal kejadian dan saat ini tengah menyiapkan bantuan logistik untuk segera disalurkan ke lokasi terdampak.

"Untuk titik dan data korban terdampak saat ini kami masih melakukan rekap. Namun, sejak kemarin kami sudah memonitoring dan kini logistik sudah disiapkan," kata dia.

(Sumber: Antara)

x|close