Ntvnews.id, Istanbul - Uni Emirat Arab (UEA) menyerukan kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) agar segera mengambil langkah tegas, termasuk kemungkinan penggunaan kekuatan militer, untuk membuka kembali Selat Hormuz, demikian dilaporkan Bloomberg pada Rabu, 1 April 2026.
Duta Besar UEA untuk PBB, Mohamed Abushahab, dalam surat tertanggal Selasa kepada Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dan presiden Dewan Keamanan, menekankan pentingnya tindakan cepat guna menjamin keamanan pelayaran di kawasan tersebut.
Dewan Keamanan, menurutnya, harus mengambil “tindakan segera” untuk memastikan keamanan navigasi di dalam dan sekitar Selat Hormuz.
Baca Juga: UEA Siap Dukung Pembukaan Paksa Selat Hormuz, Lobi DK PBB Dilakukan
UEA secara khusus meminta penerapan Bab VII Piagam PBB, yakni kerangka hukum yang memberi kewenangan kepada Dewan Keamanan untuk menangani ancaman terhadap perdamaian internasional, mulai dari sanksi ekonomi hingga penggunaan kekuatan militer.
Selat Hormuz diketahui mulai terganggu sejak awal Maret setelah Iran membatasi jalur pelayaran sebagai respons atas serangan yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari.
Baca Juga: UEA Batasi Warga Iran Masuk dan Transit, Kecuali Pemegang Golden Visa
Sekitar 20 juta barel minyak setara sekitar 20 persen pasokan global biasanya melintasi selat tersebut setiap hari. Gangguan di jalur strategis ini telah memicu lonjakan harga minyak dunia, menghambat distribusi, serta menimbulkan kekhawatiran terhadap dampak ekonomi global yang berkepanjangan.
Sementara itu, serangan yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran sejak akhir Februari dilaporkan telah menewaskan lebih dari 1.340 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi saat itu, Ali Khamenei.
(Sumber: Antara)
Ilustrasi - Kapal tanker minyak Inggris (Antara)