Ntvnews.id, Jakarta - Sebuah unggahan di Facebook menampilkan foto Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono bersama Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono yang disertai klaim terkait program pemerintah.
Dalam unggahan tersebut, disebutkan bahwa keduanya menyatakan persetujuan terhadap penghapusan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan menggantinya dengan pendidikan gratis hingga jenjang sarjana. Narasi yang beredar berbunyi:
Baca Juga: Jelang MBG Kembali Beroperasi, Relawan SPPG Jakbar Gotong Royong Bersihkan Dapur
“Setuju tidak MBG dihapus, Pendidikan digratiskan saja sampai Sarjana”
Namun, benarkah pernyataan tersebut pernah disampaikan?
Hasil pemeriksaan menggunakan AI Detector. (Hive Moderation) (Antara)
Hasil penelusuran menunjukkan tidak ditemukan pernyataan resmi maupun pemberitaan dari media kredibel yang membenarkan klaim tersebut.
Tidak ada bukti bahwa SBY maupun AHY pernah menyampaikan dukungan terhadap penghapusan program MBG seperti yang disebutkan dalam unggahan.
Selain itu, hasil pemeriksaan menggunakan alat AI Detector dari Hive Moderation mengindikasikan bahwa gambar yang beredar memiliki kemungkinan sebesar 99,9 persen merupakan hasil rekayasa kecerdasan buatan (AI).
Di sisi lain, program Makan Bergizi Gratis (MBG) diketahui masih berjalan di berbagai wilayah.
Baca Juga: Program MBG Dinilai Jadi Penggerak Transformasi Besar Sektor Peternakan Nasional
Berdasarkan laporan ANTARA, Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun menyebut bahwa program tersebut merupakan bentuk keberpihakan pemerintah kepada masyarakat serta bagian dari investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas generasi muda.
Dengan demikian, informasi yang menyebut Susilo Bambang Yudhoyono dan Agus Harimurti Yudhoyono mendukung penggantian program MBG dengan pendidikan gratis hingga sarjana dapat dipastikan tidak benar atau hoaks.
(Sumber: Antara)
Arsip - Petugas di SPPG tengah menyiapkan Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk diberikan kepada penerima manfaat. (ANTARA/HO-BGN) (Antara)