Ntvnews.id, Jakarta - Dalam berbagai forum dan side event internasional, Badan Pusat Statistik (BPS) memaparkan pengalaman Indonesia dalam mengembangkan inovasi pemanfaatan sumber data baru untuk statistik resmi.
Dilansir dari laman resmi BPS, Selasa, 17 Maret 2026, salah satu pendekatan yang diperkenalkan adalah penggunaan Mobile Positioning Data (MPD), yakni data yang berasal dari aktivitas telekomunikasi untuk menghasilkan statistik yang lebih responsif terhadap dinamika masyarakat.
Pemanfaatan MPD dinilai mampu mendukung penyusunan berbagai indikator statistik secara lebih cepat dan efisien, termasuk dalam bidang pariwisata serta mobilitas penduduk.
Baca Juga: BPS: Normalisasi Harga Listrik dan Inflasi Emas penyebab Utama Inflasi Februari 2026
Dengan metode ini, proses pengumpulan dan analisis data menjadi lebih adaptif terhadap perubahan kondisi di lapangan.
Pengalaman Indonesia dalam mengolah data telekomunikasi menjadi statistik resmi juga menjadi rujukan penting bagi negara lain yang tengah mengembangkan sistem statistik modern berbasis data alternatif.
Keikutsertaan Indonesia dalam forum internasional tersebut mencerminkan komitmen BPS untuk terus mendorong inovasi, memperluas kolaborasi global, serta mengembangkan statistik berbasis sumber data baru guna mendukung perumusan kebijakan yang lebih tepat sasaran.
Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti (Antara)