Inflasi Jakarta Februari 2026 Capai 4,91 Persen, Dipicu Efek Diskon Tarif Listrik

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 2 Mar 2026, 18:30
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Tangkapan layar - Kepala BPS DKI Jakarta Kadarmanto di Jakarta, Senin 2 Maret 2026. ANTARA/Lia Wanadriani Santosa. Tangkapan layar - Kepala BPS DKI Jakarta Kadarmanto di Jakarta, Senin 2 Maret 2026. ANTARA/Lia Wanadriani Santosa. (Antara)

Ntvnews.id

, Jakarta - Badan Pusat Statistik DKI Jakarta mencatat inflasi tahunan Jakarta pada Februari 2026 mencapai 4,91 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kepala BPS DKI Jakarta Kadarmanto menjelaskan tingginya angka tersebut dipengaruhi oleh fenomena low-base effect, yakni perbandingan dengan periode Maret–April 2025 ketika terjadi lonjakan inflasi akibat berakhirnya diskon tarif listrik.

Menurut Kadarmanto, tarif listrik menjadi komoditas penyumbang utama inflasi tahunan dengan andil sebesar 2,89 persen.

Baca Juga: BPS: Inflasi Bulanan Jakarta Capai 0,63 Persen pada Februari 2026

Selain itu, emas perhiasan turut menyumbang 0,99 persen, diikuti daging ayam ras 0,24 persen, bawang merah 0,07 persen, serta biaya sekolah menengah pertama sebesar 0,05 persen.

Secara kelompok pengeluaran, inflasi tahunan didominasi kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga dengan andil mencapai 2,93 persen.

Secara bulanan, Jakarta mengalami inflasi sebesar 0,63 persen pada Februari 2026 dibandingkan Januari 2026. Angka ini sedikit lebih rendah dibandingkan inflasi nasional yang mencapai 0,68 persen pada periode yang sama.

Baca Juga: Kementerian ESDM Pastikan Tarif Listrik Triwulan I 2026 Tetap

Komoditas emas perhiasan menjadi penyumbang terbesar inflasi bulanan dengan kenaikan harga 9,61 persen dan andil sebesar 0,21 persen terhadap inflasi Jakarta. Daging ayam ras juga memberikan kontribusi signifikan sebesar 0,13 persen, diikuti cabai rawit 0,05 persen, bawang merah 0,03 persen, serta bayam 0,03 persen.

Dengan perkembangan ini, tekanan inflasi di Jakarta pada awal 2026 masih dipengaruhi oleh faktor energi dan harga komoditas pangan, meskipun secara bulanan masih terkendali dibandingkan capaian nasional.

(Sumber: Antara)

x|close