Ntvnews.id, Jakarta - Seorang staf di Sekretariat Bawaslu Kabupaten OKU Selatan ditemukan tewas di dalam rumah kontrakannya. Perempuan berinisial MS (38) itu diduga dibunuh.
MS ditemukan tewas dalam rumah kontrakannya di Perumahan Bukit Berlian, Desa Pelangki, Kecamatan Muaradua, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, Sumatra Selatan.
Dia diduga tewas dibunuh dengan luka parah di bagian leher akibat senjata tajam. Kasat Reskrim Polres OKU Selatan AKP Aston L Sinaga menjelaskan, peristiwa itu terungkap kala tetangga korban menaruh curiga lantaran MS tak kunjung keluar dari rumah sejak Selasa, 24 Maret 2026.
Lantaran tak kunjung mendapatkan jawaban, tetangga korban masuk ke dalam dan menemukan MS dalam kondisi tewas.
"Korban pertama kali diketahui oleh tetangganya sekitar pukul 08.00 WIB. Setelah mendapat laporan, kami langsung mendatangi lokasi dan melakukan olah TKP," ujar Aston, Rabu, 25 Maret 2026.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, polisi mendapati adanya luka serius di bagian leher korban yang mengarah pada dugaan tindak kekerasan. Jenazah korban pun langsung dibawa ke RSUD Muaradua guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
"Dari hasil olah TKP awal, ditemukan luka di bagian leher korban," ucapnya.
Aston mengungkapkan, MS berstatus lajang dan tinggal seorang diri di rumah kontrakan tersebut. Hingga kini, polisi terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab kematian korban.
"Kami masih mendalami kasus ini dan mengumpulkan keterangan saksi-saksi serta barang bukti di lokasi," tuturnya.
Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Bawaslu Sumatra Selatan Ahmad Naafi, menyebut MS merupakan ASN yang ditugaskan di Bawaslu OKU Selatan hampir tujuh tahun. Ia bertugas sebagai staf penanganan pelanggaran dan penyelesaian sengketa.
"Korban selama bekerja dikenal aktif karena memang di bagian sengketa ritme kerjanya lebih cepat," ujarnya.
Menurut dia, peristiwa tewasnya MS telah dilaporkan ke Bawaslu RI. Pihak dari Bawaslu OKU Selatan juga langsung membuat laporan ke polisi atas kejanggalan tewasnya MS. Karena, beberapa barang milik korban juga dinyatakan hilang saat kejadian.
"Ada satu laptop dan dua unit HP milik korban hilang. Kalau lihat dari kondisinya memang korban curas (pencurian dengan kekerasan)," ujar Naafi.
Bawaslu Sumatra Selatan berharap agar kepolisian segera mengungkap kasus pembunuhan MS.
Staf Bawaslu OKU Selatan ditemukan tewas di rumah kontrakannya. (Instagram @99channel_)