Kronologi Tewasnya Pekerja Dihantam Kereta Api di Padang

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 25 Mar 2026, 11:01
thumbnail-author
Beno Junianto
Penulis & Editor
Bagikan
Pompa BBM pertalite di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 34.116.12 Kembangan, Jakarta Barat, dipasangi garis polisi akibat insiden tercampurnya pertalite dengan solar, Senin 4 Agustus 2025. ANTARA/Risky Syukur Pompa BBM pertalite di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 34.116.12 Kembangan, Jakarta Barat, dipasangi garis polisi akibat insiden tercampurnya pertalite dengan solar, Senin 4 Agustus 2025. ANTARA/Risky Syukur (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta -  PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divisi Regional (Divre) II Sumatera Barat (Sumbar) mengonfirmasi bahwa m4yat yang tergeletak di pinggir rel di Kelurahan Limau Manis Selatan, Kecamatan Pauh, Kota Padang, pada Rabu (25/3/2026) sebagai korban tertemper (tertabrak) kereta api.

Kepala Humas PT KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab, mengatakan bahwa korban tertabrak KA Barang 2921 pada pukul 03.30 WIB di km 12+900 petak jalan Stasiun Pauhlima-Stasiun Indarung. Ia menginformasikan bahwa area tersebut masuk ke dalam Ruang Manfaat Jalur KA (Rumaja) dan Ruang Milik Jalur KA (Rumija).

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by SUMBAR KITA (@sumbarkita.id)

“Rumaja dan Rumija digunakan hanya untuk pengoprasian kereta api. Warga dilarang untuk melakukan aktivitas di area tersebut,” tuturnya.

Perihal tertabraknya korban, Reza menerangkan bahwa masinis KA Barang 2921 melihat seorang dalam posisi tidur di jalur rel. Ia menyebut bahwa masinis telah membunyikan klakson berkali-kali sebagai tanda peringatan.

“Korban tidak segera menjauh dari jalur meski klakson sudah dibunyikan berkali-kali sehingga kecelakaan tidak dapat dihindari,” ucap Reza.

Informasi pemberitaan kecelakaan tersebut diunggah akun sumbarkita.

Baca Juga: 3 Orang Tewas dalam Kecelakaan Kereta

x|close