Prabowo Sebut Batas Defisit Baik untuk Pemerintah Pertahankan Disiplin Fiskal

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 16 Mar 2026, 14:00
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Prabowo Subianto di HUT Danantara Prabowo Subianto di HUT Danantara (Istimewa)

Ntvnews.id

, Jakarta - Presiden RI Prabowo Subianto menilai aturan batas defisit anggaran merupakan instrumen penting untuk menjaga kedisiplinan dalam pengelolaan keuangan negara.

Dalam wawancara eksklusif dengan Bloomberg berjudul “Prabowo Open to Breach Indonesia Deficit Cap Only During Crisis”, Prabowo menyebut batas defisit fiskal sebagai alat yang membantu pemerintah tetap berhati-hati dalam menyusun dan menjalankan kebijakan anggaran.

Ia menegaskan pemerintah tidak memiliki rencana untuk mengubah aturan batas defisit tersebut, kecuali jika Indonesia menghadapi situasi darurat yang sangat besar.

"Batas defisit adalah alat yang baik untuk mendisiplinkan diri kita sendiri. Indonesia tidak memiliki rencana untuk mengubah aturan tersebut kecuali ada keadaan darurat yang sangat besar seperti COVID-19," ujar Prabowo.

Baca Juga: Pemerintah Kerja Keras Jaga Defisit APBN Tak Melebar, Prabowo: Kita Bersyukur Saat Ini Aman

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga menilai krisis di Iran menjadi pengingat penting bagi Indonesia untuk mempercepat transisi menuju energi terbarukan.

Ia menambahkan Indonesia berada dalam posisi relatif lebih baik dibandingkan sejumlah negara lain karena memiliki sumber energi domestik seperti minyak sawit dan batu bara yang dapat membantu menjaga ketahanan energi nasional.

Selain itu, pemerintah juga akan terus mengembangkan potensi energi panas bumi, tenaga surya, tenaga air, serta biofuel.

“Jika kita berhasil melewati ini, dalam dua tahun kita akan menjadi sangat efisien. Kita akan menjadi sangat, sangat tidak bergantung pada sumber eksternal,” kata Prabowo.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Sempat Melonjak, Pemerintah Pastikan Ruang Fiskal APBN Masih Kokoh

x|close