Paus Leo XIV Serukan Penghentian Konflik Timur Tengah

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 2 Mar 2026, 06:35
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Paus Leo XIV. Paus Leo XIV. (ANTARA)

Ntvnews.id, Vatikan - Pemimpin lebih dari 1,4 miliar umat Katolik dunia, Paus Leo XIV, mengajak semua pihak untuk mengakhiri “spiral kekerasan” di Timur Tengah. Seruan tersebut disampaikan sebagai tanggapan atas serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel ke Iran yang memicu aksi balasan.

"Menghadapi kemungkinan tragedi yang sangat besar, saya mengimbau pihak-pihak yang terlibat untuk memikul tanggung jawab moral untuk menghentikan spiral kekerasan sebelum menjadi jurang yang tak dapat diperbaiki," kata Paus kepada kerumunan di Lapangan Santo Petrus, seperti dilansir dari AFP, Senin, 2 Maret 2026.

AS dan Israel melancarkan serangan ke Iran pada Sabtu, 28 Februari 2026 yang menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei. Iran kemudian merespons dengan menyerang sekutu AS di kawasan Timur Tengah.

Israel kembali menggempur Iran setelah serangan balasan tersebut.

Baca Juga: Paus Leo XIV Terima Undangan Trump Gabung Dewan Perdamaian

Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan bahwa pembalasan atas kematian Khamenei merupakan hak sekaligus kewajiban negaranya. Ia juga berjanji akan mengerahkan seluruh kekuatan Iran.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump memperingatkan Iran agar tidak melanjutkan serangan, atau akan menghadapi respons dengan kekuatan yang belum pernah ditunjukkan sebelumnya.

SANAA, 28 Februari (Xinhua) -- Pemimpin Houthi, Abdulmalik al-Houthi, pada Sabtu, 28 Maret 2026 malam waktu setempat mengatakan kelompoknya menyatakan solidaritas penuh dengan Iran dan  <b>(Antara)</b> SANAA, 28 Februari (Xinhua) -- Pemimpin Houthi, Abdulmalik al-Houthi, pada Sabtu, 28 Maret 2026 malam waktu setempat mengatakan kelompoknya menyatakan solidaritas penuh dengan Iran dan (Antara)

"Stabilitas dan perdamaian tidak dibangun melalui ancaman timbal balik atau dengan senjata, yang menabur kehancuran, penderitaan, dan kematian, tetapi hanya melalui dialog yang masuk akal, tulus, dan bertanggung jawab," kata Paus pertama kelahiran AS itu selama doa Angelus mingguan.

"Semoga diplomasi kembali memainkan perannya dan semoga kebaikan rakyat dipromosikan," tambah Paus.

Selain isu Timur Tengah, Paus juga menyerukan "kembalinya dialog yang mendesak" antara Afghanistan dan Pakistan yang dalam beberapa hari terakhir dilaporkan mengalami ketegangan.

x|close