Ntvnews.id, Taheran - Media lokal Iran, mengutip pernyataan juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei, melaporkan bahwa korban meninggal akibat serangan udara Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap sebuah sekolah perempuan di wilayah selatan Iran mencapai sekitar 160 orang.
Dilansir dari Xinhua, Senin, 2 Maret 2026, dalam pernyataan yang dirilis kantor kepresidenan Iran pada Sabtu, 28 Februari 2026, Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengecam keras serangan tersebut dan menyebutnya sebagai tindakan "tidak manusiawi".
Baca Juga: Pemimpin Houthi Serukan Solidaritas Penuh untuk Iran
Pezeshkian juga meminta seluruh pusat bantuan dan fasilitas medis, bersama para pejabat terkait di daerah itu, untuk mengutamakan "perawatan segera dan tanpa gangguan" bagi korban luka maupun keluarga terdampak dengan mengerahkan seluruh sumber daya yang tersedia.
Sebelumnya, kantor berita semi-resmi Tasnim News Agency melaporkan jumlah korban tewas dalam serangan udara tersebut sebanyak 85 orang.
Serangan Israel dibantu AS ke Iran (Antara)