Ntvnews.id, Jakarta - Mantan Duta Besar Inggris untuk Amerika Serikat, Peter Mandelson, ditangkap atas dugaan pelanggaran jabatan publik. Penangkapan ini berkaitan dengan terungkapnya komunikasi dan kedekatannya dengan terpidana pelaku kejahatan seksual, Jeffrey Epstein.
Pria berusia 72 tahun itu sebelumnya dicopot dari jabatan diplomatik paling bergengsi dalam layanan luar negeri Inggris pada September lalu, setelah relasinya dengan Epstein terungkap lebih luas ke publik. Pada awal bulan ini, aparat memulai penyelidikan pidana terhadap Mandelson setelah pemerintah Perdana Menteri Keir Starmer menyerahkan sejumlah komunikasi antara dirinya dan Epstein.
“Petugas telah menangkap seorang pria berusia 72 tahun atas dugaan pelanggaran jabatan publik," kata Kepolisian Metropolitan London dalam pernyataan resminya terkait penyelidikan terhadap seorang mantan menteri pemerintah, dikutip dari laman Reuters, Selasa, 24 Februari 2026.
Mandelson terlihat meninggalkan rumahnya di pusat London pada Senin sore, 23 Februari 2026, didampingi petugas berpakaian sipil yang mengenakan kamera tubuh, sebelum dibawa dengan mobil untuk pemeriksaan. Dalam pernyataan terpisah, polisi kemudian menyatakan ia telah dibebaskan dengan jaminan sambil menunggu penyelidikan lanjutan.
Baca Juga: Eks Dubes Inggris untuk AS Mundur dari Partai Buruh Usai Terseret Dokumen Epstein
Sekitar pukul 02.00 GMT, ia terlihat kembali ke kediamannya. Status penangkapan tersebut menunjukkan adanya dugaan tindak pidana, namun belum berarti yang bersangkutan terbukti bersalah.
Hingga saat ini belum ada tanggapan resmi dari tim kuasa hukumnya.
Email Ungkap Hubungan Lebih Dekat dari Perkiraan
Sejumlah email antara Mandelson dan Epstein yang dirilis Departemen Kehakiman Amerika Serikat pada akhir Januari menunjukkan hubungan keduanya lebih dekat dari yang sebelumnya diketahui publik. Dalam korespondensi tersebut, Mandelson disebut berbagi informasi dengan Epstein saat menjabat sebagai menteri di pemerintahan Perdana Menteri Gordon Brown pada 2009.
Baca Juga: PM Inggris Ungkap Peter Mandelson Bohongi Pemerintah Soal Hubungan dengan Epstein
Bulan ini, Mandelson juga mengundurkan diri dari Partai Buruh pimpinan Starmer serta melepaskan posisinya di majelis tinggi parlemen Inggris. Sebelumnya ia menyatakan sangat menyesali kedekatannya dengan Epstein, namun belum memberikan komentar publik terbaru atas perkembangan kasus ini.
Awal bulan ini, polisi juga menggeledah rumah Mandelson di London dan wilayah barat Inggris.
"Ia ditangkap di sebuah alamat di Camden pada Senin, 23 Februari, dan telah dibawa ke kantor polisi di London untuk menjalani pemeriksaan,” kata polisi.
“Penangkapan ini menyusul pelaksanaan surat perintah penggeledahan di dua alamat di wilayah Wiltshire dan Camden," tambah mereka.
Sementara itu, pekan lalu adik Raja Charles, Andrew Mountbatten-Windsor, juga ditangkap atas dugaan pelanggaran jabatan publik dalam kasus terpisah yang menuduhnya mengirim dokumen pemerintah bersifat rahasia kepada Epstein. Ia membantah seluruh tuduhan tersebut.
Tekanan Politik terhadap Starmer
Jika terbukti bersalah, pelanggaran jabatan publik di Inggris dapat dikenai hukuman maksimal penjara seumur hidup dan harus diproses di Crown Court, yang menangani tindak pidana berat.
Kedekatan Mandelson dengan Epstein, yang meninggal di penjara pada 2019 saat menunggu persidangan kasus perdagangan seks, telah memicu skandal politik di Inggris hingga menyebabkan dua pejabat senior pemerintah mengundurkan diri.
Perdana Menteri Keir Starmer juga menghadapi tekanan politik terkait proses uji kelayakan (vetting) sebelum penunjukan Mandelson. Parlemen telah memerintahkan agar dokumen terkait proses tersebut dibuka ke publik. Seorang menteri menyatakan dokumen pertama diperkirakan dirilis pada awal Maret.
Peter Mandelson (BBC)