Mendagri Sebut Pengungsi Bencana di Sumatera Turun Drastis, Kini Tersisa 12.994 Orang

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 18 Feb 2026, 22:00
thumbnail-author
Naurah Faticha
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Menteri Dalam Negeri selaku Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana di Wilayah Sumatera Muhammad Tito Karnavian memberikan keterangan kepada wartawan di Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Rabu, 11 Februar Menteri Dalam Negeri selaku Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana di Wilayah Sumatera Muhammad Tito Karnavian memberikan keterangan kepada wartawan di Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Rabu, 11 Februar (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Dalam Negeri sekaligus Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera, Tito Karnavian, menyampaikan bahwa jumlah warga yang masih mengungsi akibat bencana hidrometeorologi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat mengalami penurunan signifikan.

"Pengungsi juga tadinya 2 juta lebih, sekarang menjadi lebih kurang 12.994 orang yang ada di tenda," kata Tito dalam Rapat Koordinasi Satgas Pemulihan Pascabencana Sumatera di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu, 18 Februari 2026.

Ia merinci, di Aceh jumlah pengungsi yang sebelumnya mencapai sekitar 1,4 juta orang kini menyusut menjadi 12.144 orang yang masih bertahan di tenda pengungsian.

Kondisi serupa juga terjadi di Sumatera Utara. Dari total 53.523 pengungsi, saat ini tersisa 850 orang yang seluruhnya berada di satu titik pengungsian di Tapanuli Tengah.

Sementara itu, Sumatera Barat sudah tidak lagi memiliki warga yang mengungsi. Sebelumnya, jumlah pengungsi di provinsi tersebut sempat tercatat sebanyak 16.164 orang.

Baca Juga: Mendagri Sebut Hampir 70 Persen Wilayah Terdampak Bencana Sumatera Pulih

Tito menjelaskan, sebagian besar warga terdampak telah kembali ke rumah masing-masing seiring dengan penyaluran bantuan stimulan bagi rumah rusak ringan dan sedang. Selain itu, sebagian lainnya telah direlokasi ke hunian sementara.

"Ada yang sudah pulang kembali, mendapatkan bantuan stimulan untuk rumah rusak ringan maupun sedang, sedangkan yang berat atau hilang tinggal di huntara maupun mendapatkan Dana Tunggu Hunian," tuturnya.

Ia menegaskan bahwa pemerintah terus mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi agar masyarakat terdampak segera mendapatkan hunian yang layak serta pelayanan dasar dapat kembali berjalan normal.

Baca Juga: Pulihkan Akses Jalan Nasional Pascabencana, Mendagri: Sudah Rampung dan Berjalan Normal

(Sumber: Antara) 

x|close