Ntvnews.id, Washington D.C - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan pada Jumat bahwa perubahan kepemimpinan di Iran “akan menjadi hal terbaik yang bisa terjadi” di tengah pertimbangan pemerintahannya untuk mengambil langkah militer terhadap Teheran.
Pernyataan tersebut disampaikan Trump setelah mengunjungi pasukan di Fort Bragg, North Carolina, dan sesudah mengonfirmasi pada hari yang sama bahwa ia mengerahkan kelompok kapal induk kedua ke kawasan Timur Tengah.
“Sepertinya itu akan menjadi hal terbaik yang bisa terjadi,” ujar Trump kepada wartawan ketika ditanya apakah ia ingin mendorong penggulingan pemerintahan klerikal Islam di Iran.
“Selama 47 tahun, mereka terus berbicara dan berbicara," sambungnya, dikutip dari PBS News.
Baca Juga: GoTo Blokir Permanen Penumpang Asusila di Taksi Online Kawasan Cipulir
Dalam beberapa pekan terakhir, Trump menegaskan bahwa prioritas utamanya adalah menekan Iran agar memangkas program nuklirnya. Namun, pada Jumat ia mengindikasikan bahwa hal tersebut hanya salah satu dari berbagai tuntutan yang diinginkan AS.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, yang berkunjung ke Washington pekan ini untuk bertemu Trump, menuntut agar setiap kesepakatan mencakup upaya melemahkan program rudal balistik Iran serta menghentikan pendanaan bagi kelompok proxy seperti Hamas dan Hezbollah.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump berpidato di acara tahunan World Economic Forum di Davos, Swis, pada 21 Januari 2026. (ANTARA/Xinhua/Lian Yi) (Antara)
Trump juga menekankan bahwa menargetkan program nuklir Teheran hanyalah “bagian kecil dari misi” jika Washington memutuskan melakukan aksi militer. Iran sendiri menegaskan bahwa program nuklirnya bertujuan damai. Sebelum konflik pada Juni lalu, Iran diketahui memperkaya uranium hingga tingkat kemurnian 60 persen, satu langkah teknis dari level yang dapat digunakan sebagai bahan senjata.
Pernyataan Trump mengenai kemungkinan berakhirnya kekuasaan Ayatollah Ali Khamenei muncul beberapa pekan setelah Menteri Luar Negeri Marco Rubio menyatakan bahwa perubahan kekuasaan di Iran akan “jauh lebih kompleks” dibandingkan upaya menggulingkan Presiden Venezuela Nicolas Maduro.
Rubio menekankan bahwa rezim Iran telah lama berkuasa sehingga setiap upaya perubahan membutuhkan pertimbangan sangat matang.
Baca Juga: Penyegelan Toko Perhiasan Mewah oleh Bea Cukai Jakarta Disoroti
Trump juga menyebut kapal induk USS Gerald R. Ford—kapal induk terbesar di dunia—sedang dikirim dari Laut Karibia menuju Timur Tengah untuk bergabung dengan kapal lainnya yang sudah berada di kawasan tersebut. Trump menegaskan kapal itu akan “berangkat sangat segera” dan diperlukan jika perundingan gagal.
Sementara itu, negara-negara Teluk Arab telah memperingatkan bahwa serangan militer dapat memicu konflik regional yang lebih luas, terutama di kawasan yang masih bergejolak akibat perang Israel-Hamas di Gaza.
Di Iran, masyarakat mulai menggelar peringatan 40 hari berkabung untuk ribuan korban tewas akibat tindakan keras rezim terhadap demonstrasi nasional bulan lalu, sehingga meningkatkan tekanan internal terhadap pemerintahan Islam yang tengah dibebani sanksi internasional.
Meski demikian, Trump tetap menyampaikan harapan agar kesepakatan dengan Iran dapat tercapai. “Berikan kepada kami kesepakatan yang seharusnya mereka berikan kepada kami pertama kali,” ujar Trump, seraya menambahkan bahwa jika Iran menawarkan kesepakatan yang “tepat”, aksi militer dapat dihindari.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (Antara)