Ntvnews.id, Pontianak - Menteri Koperasi dan UKM RI Ferry Juliantono menegaskan komitmen pemerintah untuk menghidupkan kembali peran koperasi sebagai fondasi perekonomian nasional. Salah satu langkah konkretnya adalah pembentukan 80 ribu Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, dengan Kabupaten Kubu Raya
"Presiden ingin koperasi kembali menjadi soko guru ekonomi. Negara harus hadir, kita tidak boleh lagi menjauh dari ekonomi konstitusi yang berpihak pada rakyat," kata Ferry saat kunjungan kerja di Kubu Raya, Senin.
Ia menjelaskan, kebijakan ini merupakan bagian dari strategi Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat ekonomi kerakyatan sebagaimana diamanatkan dalam Pasal 33 UUD 1945. Menurutnya, selama beberapa dekade terakhir, praktik ekonomi nasional dinilai terlalu bertumpu pada mekanisme pasar bebas sehingga peran koperasi tertinggal dibandingkan BUMN dan perusahaan swasta besar.
Sebagai tindak lanjut, pemerintah menerbitkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2025 tentang percepatan pembentukan koperasi desa/kelurahan Merah Putih. Hingga saat ini, sekitar 83 ribu koperasi telah berbadan hukum. Dari jumlah tersebut, sekitar 30 ribu koperasi sedang dalam tahap pembangunan sarana fisik seperti gudang, gerai, serta perlengkapan operasional. Penyelesaiannya ditargetkan bertahap mulai April hingga akhir tahun.
"Gelombang pertama 30 ribu selesai operasional, lalu bertambah sampai 80 ribu. Ini gerakan nasional," tuturnya.
Dalam kesempatan itu, Ferry menyampaikan bahwa Tora Sera (Toko Rakyat Serba Ada) di Kubu Raya dipilih sebagai model koperasi sekunder atau “aggregator” yang akan menjadi pusat distribusi barang bagi ribuan koperasi desa. Konsep ini diharapkan mampu memangkas rantai pasok sehingga harga kebutuhan pokok di desa menjadi lebih terjangkau.
"Tempat ini bukan sekadar toko. Ini pusat distribusi, tempat suplai barang kebutuhan pokok, sekaligus penampung hasil produksi masyarakat. Modelnya akan kami replikasi ke seluruh Indonesia," katanya.
Ia menambahkan, fasilitas Tora Sera dirancang setara dengan ritel modern di kota besar, lengkap dengan gudang, gerai sembako, dan berbagai sarana pendukung lainnya.
“Ini kelas Jakarta tapi berdiri di desa. Artinya desa juga bisa maju,” ujarnya.
Ferry menjelaskan, Koperasi Merah Putih memiliki tiga fungsi utama: menyediakan kebutuhan pokok termasuk barang bersubsidi pemerintah, menjadi offtaker bagi produk petani dan UMKM, serta menyalurkan berbagai program bantuan agar tepat sasaran.
Langkah ini, lanjutnya, juga ditujukan untuk mengurangi ketergantungan masyarakat desa terhadap tengkulak, rentenir, dan pinjaman online.
"Presiden tidak mau masyarakat desa terus terjebak harga mahal dan utang. Koperasi harus jadi alat pembebasan ekonomi rakyat," katanya.
Dengan skema kepemilikan bersama, keuntungan koperasi diharapkan kembali kepada anggota dan masyarakat setempat, bukan mengalir ke pemegang saham di luar daerah.
"Kalau koperasi untung, yang menikmati warga desa sendiri. Uangnya berputar di desa," ujarnya.
Menteri Koperasi dan UKM RI Ferry Juliantono memberikan sambutan saat peresmian Toko Rakyat Serba Ada PP Abdusalam di Kubu Raya. (Antara)