Camat Bocorkan Kondisi Kejiwaan Penjual Es Gabus yang Viral Usai Bertemu Dedi Mulyadi

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 2 Feb 2026, 11:59
thumbnail-author
Zaki Islami
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Tangkapan layar- Peristiwa kasus pedagang es gabus yang disangka menjual bahan berbahaya di Jakarta, Rabu, 28 Januari 2026. ANTARA/Khaerul Izan Tangkapan layar- Peristiwa kasus pedagang es gabus yang disangka menjual bahan berbahaya di Jakarta, Rabu, 28 Januari 2026. ANTARA/Khaerul Izan (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Kondisi kejiwaan Suderajat (49), pedagang es gabus yang sempat viral usai bertemu Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, akhirnya diungkap oleh Camat Bojonggede, Kabupaten Bogor, Tenny Ramdhani. Selain Suderajat, kondisi serupa juga dialami oleh sang istri.

Nama Suderajat ramai diperbincangkan publik setelah muncul tudingan bahwa ia berbohong terkait bahan dagangan es gabus yang dijualnya.

Ia bahkan sempat mendapat cemoohan setelah beredar isu bahwa es gabus buatannya menggunakan spons. Namun, tuduhan tersebut tidak terbukti. Hasil pemeriksaan memastikan es gabus yang dijual Suderajat aman untuk dikonsumsi.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by PEMBASMII.KEHALUAN (@pembasmii.kehaluan)

Di tengah derasnya hujatan dan rumor yang berkembang, Tenny Ramdhani menyampaikan bahwa hasil asesmen lintas instansi justru menemukan indikasi disabilitas pada Suderajat dan istrinya.

Baca Juga: Tangis Penjual Es Gabus Viral dan Istri Dapat Hadiah Umrah Gratis dari Aisar Khaled

Kondisi tersebut diduga berkaitan dengan gangguan mental pasca trauma yang berdampak pada kemampuan komunikasi verbal keduanya.

“Lalu kemudian terkait banyak rumor tentang Pak Suderajat, mungkin jawabannya ketika ditanya selalu berubah-ubah dan terkesan seperti berbohong. Hasil dari asesmen kami, terdapat indikasi disabilitas, baik pada Pak Suderajat maupun istrinya,” ujar Tenny dilansir akun Instagram @pembasmii.kehaluan, Senin 2 Februari 2026.

Ia menjelaskan, dugaan gangguan mental pasca trauma tersebut membuat Suderajat dan sang istri mengalami keterbatasan dalam berkomunikasi secara verbal. Hal inilah yang diduga menjadi penyebab jawaban mereka kerap berubah dan menimbulkan salah persepsi di tengah masyarakat.

x|close