Ntvnews.id, Jakarta - Banjir yang melanda Kabupaten Bekasi masih belum sepenuhnya surut. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi mencatat 15.335 jiwa warga Kabupaten Bekasi terdampak banjir dan masih mengungsi di berbagai titik aman.
Keterangan itu disampaikan Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi, Dodi Supriadi.
"Sebanyak 15.335 jiwa telah mengungsi," katanya, 31 Januari 2026.
Sebelumnya, data awal dari BPBD menyebut bahwa kondisi banjir sudah membuat sekitar 7.608 warga mengungsi saat banjir pertama kali terjadi beberapa hari lalu, menunjukkan tren peningkatan jumlah pengungsi seiring banjir yang belum mereda.
Dampak yang luas ini mendesak pentingnya penanganan bencana secara menyeluruh, termasuk peningkatan ketahanan infrastruktur drainase, penataan kawasan rawan banjir, dan kesiapsiagaan masyarakat.
Adapun BPBD mencatat, lokasi pengungsian korban banjir Kabupaten Bekasi tersebar di 21 titik pengungsian, yang berada di 11 desa pada 5 kecamatan terdampak banjir. Adapun beberapa kecamatan dengan jumlah pengungsi cukup besar yakni di Babelan, Karangbahagia, Sukawangi, Sukakarya, dan Pebayuran.
Sejauh ini BPBD Kabupaten Bekasi menyatakan terus melakukan pendataan korban banjir, distribusi logistik, serta pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi banjir, seperti makanan siap saji, air bersih, dan layanan kesehatan.
BPBD juga mengimbau warga yang tinggal di wilayah langganan banjir Kabupaten Bekasi agar tetap waspada, mengikuti arahan petugas, serta segera mengungsi ke tempat aman apabila debit air kembali meningkat.
Kondisi Banjir di Bekasi (ANTARA )