Kemenhub: Pesawat Smart Air Kecelakaan karena Gangguan Mesin

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 27 Jan 2026, 16:21
thumbnail-author
Naurah Faticha
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Warga saat melakukan evakuasi penumpang dari Pesawat Smart Air yang jatuh di Pantai Karadir,i bibir pantai Bandara Nabire, Papua Tengah, Selasa, 27 Januari 2026 sekira pukul 13.40 WIT. ANTARA/HO-Tangkapan layar video. Warga saat melakukan evakuasi penumpang dari Pesawat Smart Air yang jatuh di Pantai Karadir,i bibir pantai Bandara Nabire, Papua Tengah, Selasa, 27 Januari 2026 sekira pukul 13.40 WIT. ANTARA/HO-Tangkapan layar video. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Kementerian Perhubungan menyampaikan pesawat Smart Air tipe C208B dengan nomor registrasi PK-SNS yang melayani rute Nabire (NBX)–Kaimana (KNG) melakukan pendaratan darurat di Bandar Udara Douw Aturure, Nabire, Papua Tengah, pada Selasa, 27 Januari 2026, akibat gangguan pada mesin pesawat.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Lukman F Laisa menjelaskan, berdasarkan laporan awal, pesawat mengalami gangguan pada bagian mesin sehingga pilot memutuskan kembali ke bandara keberangkatan.

"Laporan awal yang diterima, pesawat mengalami gangguan pada engine. Kemudian Pilot in Command (PIC) Capt. Tania K memutuskan Return to Base (RTB). Namun dikarenakan thrust power semakin turun, PIC memutuskan mendarat darurat di di ujung pantai landasan 17 Bandara Douw Aturure," kata Lukman dalam keterangan yang diterima di Jakarta.

Ia menerangkan, thrust power merupakan daya dorong yang dihasilkan mesin pesawat untuk menggerakkan pesawat maju, lepas landas, menanjak, serta menjaga kecepatan selama penerbangan. Penurunan daya dorong tersebut menjadi pertimbangan utama pilot dalam mengambil keputusan pendaratan darurat.

Baca Juga: Fakta-fakta Pesawat Smart Air Mendarat Darurat di Bibir Pantai Nabire Papua

Lukman menambahkan, saat ini proses penarikan pesawat ke area pantai sedang dilakukan. Tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa tersebut dan seluruh penumpang serta awak pesawat berhasil dievakuasi dengan selamat menuju terminal bandara. Total penumpang dan kru dalam penerbangan tersebut berjumlah 13 orang.

“Direktorat Jenderal Perhubungan Udara terus melakukan koordinasi intensif melalui UPBU Douw Aturure Nabire dengan operator penerbangan, TNI, kepolisian, serta pihak terkait lainnya untuk memastikan penanganan situasi berjalan dengan aman dan terkendali,” katanya.

Ia menegaskan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan akan melakukan pemeriksaan lanjutan guna mengetahui penyebab pasti terjadinya insiden pendaratan darurat pesawat Smart Air tersebut.

Baca Juga: Bawa 13 Penumpang, Pesawat Smart Air Kecelakaan di Pantai Nabire Papua Tengah

(Sumber: Antara) 

x|close