Ntvnews.id, Kabupaten Tangerang - Capt. Andy Dahananto, pilot senior pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT), menjadi salah satu korban dalam kecelakaan pesawat yang terjadi di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, pada Sabtu, 17 Januari 2026.
Capt. Andy yang merupakan warga Perumahan PWS RT 06 RW 03, Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Banten, dikenal luas di lingkungan tempat tinggalnya. Selain berprofesi sebagai pilot, ia juga menjabat sebagai Direktur Operasi Indonesia Air Transport.
Dalam peristiwa kecelakaan tersebut, Capt. Andy diduga gugur bersama enam kru pesawat lainnya, yakni kopilot Muhammad Farhan Gunawan, serta kru Hariadi, Restu Adi, Dwi Murdiono, Florencia Lolita, dan Esther Aprilita.
Ketua RT 06 Perumahan PWS, Franciscus Nasir, mengenang mendiang Capt. Andy sebagai sosok warga yang memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan sekitar. Menurutnya, almarhum telah menetap di kawasan Tigaraksa sejak 1994 atau sekitar 31 tahun.
"Dia cukup lama. Dan beliau adalah sosok kepala keluarga yang sangat ramah dan orangnya tegas. Dan juga cukup sosial, membantu masyarakat ketika ada kesulitan apa saja," ucap Franciscus Nasir kepada ANTARA di Tangerang, Senin, 19 Januari 2026.
Baca Juga: Smartwatch Kopilot Farhan Gunawan Masih Aktif, Rekam Pergerakan Usai Pesawat ATR 42-500 Jatuh
Franciscus menuturkan, Capt. Andy dikenal dekat dengan warga dan kerap terlibat membantu berbagai persoalan lingkungan, mulai dari kebersihan hingga keamanan di kawasan perumahan.
Ia juga menyampaikan bahwa Capt. Andy merupakan lulusan Akademi Penerbangan Juanda. Almarhum meninggalkan seorang istri dan dua orang anak.
"Beliau memiliki dua anak, yang satu udah selesai dan jadi pilot juga dari jurusan penerbangan dulu. Kemudian yang satu lagi sudah lulus kerja di rumah online," tutur dia.
Kesaksian serupa juga disampaikan oleh salah seorang tetangga, Subandi Musibah. Menurutnya, Capt. Andy dikenal sebagai pribadi yang baik, ramah, dan mudah bergaul dengan warga sekitar.
Ia mengungkapkan, sebelum kabar kecelakaan pesawat di Sulawesi Selatan diterimanya, dirinya sempat berjumpa dengan almarhum yang baru kembali dari Jakarta.
Baca Juga: Korban Kedua Pesawat ATR 42-500 Berjenis Kelamin Perempuan Ditemukan Tim SAR di Jurang 500 Meter
"Dia sempat menyapa kabar keluarga saya. Seperti gimana kondisi kesehatan hingga tanya soal liburan keluarga. Dia sangat ramah dan baik peduli lingkungan juga," ungkapnya.
Subandi menambahkan, sejak Minggu, 18 Januari 2026, rumah duka mulai ramai dikunjungi oleh sejumlah pejabat dari pemerintah pusat maupun daerah.
Ia juga menyebutkan bahwa istri dan anak Capt. Andy telah bertolak ke Sulawesi Selatan pada Senin dini hari untuk memenuhi panggilan terkait proses identifikasi korban kecelakaan pesawat.
"Kalau tidak salah sejak pagi/subuh tadi istri dan satu anaknya berangkat ke Bandara untuk menuju Makassar," kata dia.
(Sumber: Antara)
Pengendara melintas di rumah duka Capt. Andy Dahananto salah satu pilot senior pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) yang merupakan salah satu korban kecelakaan udara di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan pada Sabtu, 17 Januari 2026. ANTARA/Azmi Samsul M (Antara)