AS Tetap Dorong Rencana Perdamaian Gaza Meski Ditentang Netanyahu

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 19 Jan 2026, 07:45
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Para menteri luar negeri dari tujuh negara menggelar sebuah pertemuan terkait gencatan senjata di Gaza, di Istanbul, Turki, pada 3 November 2025. (Xinhua/Kementerian Luar Negeri Turki) Para menteri luar negeri dari tujuh negara menggelar sebuah pertemuan terkait gencatan senjata di Gaza, di Istanbul, Turki, pada 3 November 2025. (Xinhua/Kementerian Luar Negeri Turki) (Antara)

Ntvnews.id, Washington D.C - Pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan tetap berencana melanjutkan penerapan rencana perdamaian di Jalur Gaza, meskipun mendapat penolakan dari Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Informasi tersebut diungkapkan situs berita Axios dengan mengutip pernyataan seorang pejabat Amerika Serikat.

Sebelumnya, kantor pemimpin otorita Israel menyatakan bahwa pengumuman susunan Komite Koordinasi Nasional untuk Tata Kelola Jalur Gaza tidak pernah dikoordinasikan dengan pihak Israel dan dinilai bertentangan dengan kebijakan pemerintah setempat.

“Ini agenda kami, bukan agenda Netanyahu. Dalam beberapa bulan terakhir kami telah berhasil melakukan banyak hal di Gaza yang sebelumnya dianggap mustahil, dan kami akan terus melangkah,” ujar seorang pejabat senior AS kepada Axios, dikutip Senin, 19 Januari 2026.

Baca Juga: Trump Umumkan Pembentukan Dewan Perdamaian Gaza Beranggotakan Pemimpin Dunia

Menurut sumber yang sama, seperti dilansir Antara, Minggu, 18 Januari 2026, Netanyahu tidak dilibatkan dalam konsultasi mengenai komposisi komite karena dianggap tidak memiliki kewenangan dalam proses pengambilan keputusan tersebut.

Pejabat itu menambahkan, apabila Israel menginginkan Amerika Serikat memegang peran utama dalam penanganan Gaza, maka pendekatan yang diambil harus sejalan dengan kebijakan Washington.

Warga Palestina berjalan melewati puing-puing bangunan yang hancur setelah kembali ke Khan Younis, di Jalur Gaza selatan, pada 12 Oktober 2025. Kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hamas mulai berlaku pada hari Jumat. (ANTARA/Xinhua/Rizek A <b>(Antara)</b> Warga Palestina berjalan melewati puing-puing bangunan yang hancur setelah kembali ke Khan Younis, di Jalur Gaza selatan, pada 12 Oktober 2025. Kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hamas mulai berlaku pada hari Jumat. (ANTARA/Xinhua/Rizek A (Antara)

“Kami sudah bekerja melampaui keberatannya. Biarkan dia fokus pada Iran dan biarkan kami menangani Gaza. Kami tidak akan berdebat dengannya. Dia akan menjalankan politiknya sendiri dan kami akan terus maju dengan rencana kami. Pada akhirnya, dia tidak bisa benar-benar menentang kami,” kata pejabat tersebut.

Sebelumnya, Trump telah mengumumkan pembentukan Dewan Perdamaian Gaza yang beranggotakan sejumlah tokoh internasional dan pejabat tinggi Amerika Serikat.

Dewan ini mencakup Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, utusan khusus Trump Steve Witkoff, menantu Trump sekaligus investor Jared Kushner, mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair, Presiden Bank Dunia Ajay Banga, serta Wakil Penasihat Keamanan Nasional AS Robert Gabriel.

x|close